Yeah, sekarang lagi menyelesaikan 3 kaset lagi untuk ditranskrip, semoga selesai cepat. Lalu mo ngedit film eksperimentalku dengan editor yang mau dibayar harga teman sebelum aku keluar dari kantor lama.
Senang juga menjadi orang yang urusannya gak banyak seperti sekarang, nyari list film anak-anak di 2 cultural center, lalu film dari anak-anak sekolah se Jakarta. Kebayang g c klo kantor g ada gue? Tapi insya Allah gue mau jd volunteer di KidsFfest.
Mungkin aku akan serius menulis dan kerja freelance klo ntar punya anak kali ye, sekarang menikmati kerja kantoran aja, mo pulang tengah malam karena kerjaan juga masih okay–sekalian menyiapkan diri mengumpulkan ilmu yang berserakan.
Di samping ruangan gue ada sister gue, Mb Viv yang lagi bincang-bincang dengan Dodi yang baru aja menikah, hmm…selama dua bulan ini para istri-istri teman2 tuh pada ditinggal produksi shooting hahaha…
Pingin ah beli Mac book pro, biar bisa belajar ngedit pake FCP, ngedit film-film gue sendiri. Untuk ukuran independent kaya gue klo gak belajar sendiri gimana bisa produksi lagi, pelan tapi pasti lah gue yakin bisa terus berkarya.
Thanks Allah
Sorry about last night, but I do because I wanted. Aku tahu kapan harus berakhir kok!
Katanya ‘SAKIT’, jadi aku ‘TAKUT’, dan aku akan mempertimbangkannya di tahun 2012. Apa aja yang dipikirkan dan apa yang membuatku jatuh cinta padanya, sebuah karya cipta Tuhan yang indah itu:
1. Biasanya aku care sekali dengan lelaki yang matanya sipit, rambutnya gondrong dan mempunyai senyum yang masih bisa kuingat sampai beberapa jam kemudian.
2. Sedikit bicara atau kalau nggak yang cerewet sekalian.
3. He likes wearing colorful Tshirt, and kerah V lengan 3/4 (Dalam hidup aku belum pernah bertemu langsung dengan pria-pria ini, hanya di film dan aku tahu karakter macam apa lelaki ini. They’re passionate guys.
4. Wishing someone who doesn’t like smoke cigarretes, but ‘rumput’ is better than tobacco…
5. Aku mau dia yang cerewetin penampilanku, krn sering banget males buat dandan. Tapi jangan sok cerewet ye, gak baik juga!
6. Seseorang yg visioner, secara aku gak punya kekuatan selain menghisap aura positif dari sekitarku, masih banyak dari hidupku yang belum belum terselesaikan sehingga butuh dia yang energi positifnya lebih besar dariku.
7. We’re so young now! No need to think about house, yang penting berkarya dulu!!! (Serius, org spt ini yang kumau!)
8. Always plan to traveling each one year…
Seseorang yang mau aku panggil Doggy (I think he will cute as doggy), Swan (his heart so kind), Kiddo (since he likes sleep and hard to make him awake)…
Pingin banget pulang dan tidur… Pingin banget lelap lalu tidak bangun lagi, tapi saat bangun tetap saja kulantunkan doa Alhamdulillahilladhi ba’dana amatana wa’ilaikal masyir… Ilmu hidup ini mengapa begitu sulit ya.
Pagi-pagi telponku berdering, ternyata bu bos yang telpon, untuk dikasihkan ke sebelahku. Sebelahku bilang klo si X meninggal… aku yang benar-benar kaget, antara sadar baru bangun dan dapat berita meninggal, tiba-tiba ingatanku ke temanku yang satu itu. Aku dulu pernah dimarahi karena menelpon dia pagi-pagi. Aku baru rasakan betapa gak enaknya terbangun paksa. Dan kalau sebelumnya aku selalu gak pernah berpikir terganggu dengan hal-hal seperti itu. Tapi, dari berteman dengannya aku tahu bahwa itu adalah gangguan dan jika terganggu kita bisa saja bilang ke orang tersebut.
Serius, kemarin aku marah banget karena merasa terhina, tapi aku pikir dia gak bermaksud menghina aku. Dia pergi dengan team, dan aku bisa memprediksikan bahwa kehadiran aku pasti bikin tidak nyaman, tapi sayangnya jawaban yang aku harapkan walaupun natinya ditolak dengan jawaban jangan ikutan, tapi dijawab dengan kalimat yang menenangkan dan bukan kalimat singkat yang seolah-olah berulang-ulang kali aku baca pun tetap saja, adalah bentuk penolakan karena status sosialku tak sama dengan mereka.
Setelah itu, airmataku tak tahan keluar begitu saja, sejarah berulang…aku hanya dipertemukan dengan orang-orang yang tidak memandang setara manusia lain. Dan aku geram karenanya, karena dia juga melakukannya! Klo orang lain aku sudah gak ngurus, tapi itu dia…dan aku semakin ciut setelah berpikir ke belakang, sikap angkuhnya karena terganggu dengan sikapku, serta beberapa sikapnya yang lain membuatku memutuskan untuk tak lagi mengingatnya. Kadang aku harus menanggung kesalahan yang bukan aku yang perbuat, harus memiliki masa sulit hidup dengan fans gila, seandainya aku punya kesempatan jadi ninja (terpikir setelah lihat ninja assassin), maka yang akan aku tebas pertama kali adalah fans gila. Tak akan kubiarkan penipu ulung, dan pembohong psikotik akan mengorbankan orang-orang naive seperti yang aku alami dulu. Aku pasti akan rela menebasnya dengan pedang tanpa keraguan lagi dengan tanganku sendiri. Kenapa aku tidak ragu karena itu balasan setimpal untuk orang yang telah menginjak harga diri seorang manusia! Bisa-bisanya itu terjadi di hidupku?
Goblok! Sepertinya aku tetap sayang dia, gimana sih caranya biar jadi manusia bebas lagi. Aku diamkan saja ya, rasa itu tapi aku yakin pasti harmless ke dia dengan aku tidak punya akses lagi berhubungan dengannya maka fans gila tak akan memburunya lagi. Dan kembali aku akan menjalani hidupku seperti biasanya…
Kantor lagi sibuk promo satu film thriller, dan preps 2 film layar lebar, dan antology dokumenter…
Di saat sibuk gitu, entah aku kurang tertarik untuk ikutan di layar lebar, mungkin karena saking ‘blm punya ilmunya’ atau karena akunya lagi suntuk pingin keluar dari rutinitas kerjaan, atau karena sebenarnya aku ingin mengeksplore lebih jauh mo buat film dan riset project pribadi, dan terlalu banyak rintangan aku exhausting…
Tapi alhamdulillah, sekarang aku punya camcorder panasonic 3CCD, half present tapi separuhnya aku bayar dengan kerjaan dan tabunganku lah. Sekarang lebih ringan, walopun riset kecil-kecilan tapi kalau terus-terusan mungkin bisa kali ya, jadi karya… Semangat! Cayo! Aza aza fighting!
Seneng juga denger teman-teman semakin cepat melesat jauh dapat awards dari Jiffest, FFI dan banyak lagi, dan aku juga senang setelah pertama kali mengenal film dokumenter di tahun 2007 sampai sekarang masih bisa ada di sekitar lingkungan film dan masih bisa enjoy, walaupun gak cemerlang2 amat dan entah esok gimana aku juga gak tahu hahaha… yang penting jalan lah.
Kapan ya nemu guru yang care melihat dan membantuku bisa jadi pembuat film dokumenter profesional ya? Belum nemu juga!
Kalau dihitung, sudah berapa orang ya yang bingung dengan kesendirianku, tsk… Jujur, aku juga bingung kok, tapi syukurnya I found a lot of fun, have good friends, good family, and good-good laennya hahaha.
Teringat bagaimana fun-nya ketika ke Aarhus FF, sebuah kota terbesar kedua setelah Copenhagen di Denmark. Karen-sang festival director sangat humble, ya bahkan semuanya lah ada Rachel–host andalan kami, ada Laura–teman dari Jerman yang jadi guide kami, ketemu dengan Ulu Braun–artistfilmmaker dari Jerman, Alexander dari Swedia, Rouja–produser dari Jerman, ada Gardaar dari iceland yang namanya kami plesetkan dengan Gandal di LOTR. Begitu banyak fun saat di Denmark, sempat jalan-jalan selama menunggu 5 jam di Copenhagen sebelum akhirnya terbang lagi ke Aarhus. Mungkin nanti malam aku akan menuliskan semuanya sambil renungan tahun baru hijriah. Rasanya begitu banyak nikmat Allah yang diberikan padaku, hingga kembali ingin aku bertanya Nikmat Tuhan yang manakah Engkau dustakan…
Saat pertama datang dan melihat Aarhus, wow seperti di film-film, terlihat pohon-pohon pinus dan hutannya, valey yang luas dengan rumput yang menghijau, dan di sepanjang jalan tak terlihat satu pun billboard. How beautiful this city, great city!
Someday I’m going to be here again… Hotelnya begitu cantik, jauh dari kesan moderen dengan arsitek classik, tinggal di lantai 3 dan harus manual lewat tangga. Saat pagi atau malam bisa melihat keindahan bangunan dengan batu bata merahnya yang menyenangkanku. Suatu hari, klo diberi rizki bisa buat rumah, aku pun ingin rumah dengan arsitek tersebut, batu-batu merahnya kelihatan, dan design minimalis, dengan halaman berumput hijau dan bukan aku yang berkebun tersebut secara aku gak suka ngeliat ulet, sedangkan tanaman banyak bersarang ulet, lalu ada dapur tempatku membuat masakan yang lezat, ada studio editing dan tempat nonton film bareng, ada perpustakaan dan rumah tersebut gak perlu terlalu besar asal bisa aku jangkau seluruh sudutnya, secara aku bukan orang yang rajin nata-nata rumah, dan penting ada mesin cuci karena suka capek klo nyuci manual dengan tangan. Berlebih gak sih? Gak kan ya…
Oke, apalagi ya saat di Aarhus? Film kami diputar saat hari terakhir setelah closing party. Hm, di closing party ini aku sampe jam 12 malam saja bertahan lalu pulang. Hanya duduk sih sambil menikmati musik dan cola seharga 15 danish crown, lalu cheers dengan tamu-tamu lainnya. Aku ditanya gimana dengan party di Indonesia, ya hampir sama lah. Alexander sampe dua kali mengajakku ke lantai dance, hahaha thank you but I can’t dance, sorry juga ajakan Rouja, Laura dan Raghni… Benernya bisa saja dengan musik jedag jedug dan RnB, yuhuuu ya ada 2 penari hip hop dari Balkan, protagonis film dokumenter datang, their dance really hot, rasanya hati aku melayang ngeliatnya dan ikut bersorak dan bertepuk tangan dan teriak OMG!!! Cool guys! two thumb ups deh buat kalian… Tapi, ada konsekuensi yang harus aku pegang, aku berkerudung dan sedikit harus ngerem biar gak berlebihan saja, but I do love party indeed as I said before! aku menikmatinya, dan beberapa hari sebelumnya kami dinner bareng dengan host-nya Karen lalu setelahnya kami masih ke underground places, tempatnya cozy banget buat ngobrol. Kapan ya bisa menikmati saat-saat seperti itu? Dengan aku travelling beserta karya-karya ku, dan aku bisa bicara dengan fasih berbahasa Inggris.
Di sana juga seharian ada waktu ke Women museum, great museum! Semoga Indonesia punya juga nantinya. Sudah saatnya bangsa sebesar Indonesia berbenah dan menghargai kebudayaan tiap sudut negerinya.
Aku sempat panik, karena ada kerjaan yang musti aku koordinasikan di tanggal 17 Nov yakni rekaman v.o dengan Julie Estelle dan Sarah Jane untuk film dokumenter Sophie Paris dimana tanggung jawabku sebagai post producer di sana. Habis pulsa lumayan nih buat sms-an.
Barusan lunch, bahasan para bapak-bapak yang baru punya new baby born bahas tentang golden age, bagaimana ngasih ASI dengan botol dan aku urun bicara sedikit tentang pengetahuanku mengenai tahap-tahap perkembangan anak.
Tomorrow will be Islamic New Year, 1431 H, so selamat merayakan yah:)
You know, I am nor smart neither stupid, maybe average lah. Agak payah ya? Mo jadi filmmaker yang produktif tapi lumayan banyak kendala ya. Tapi passion itu selalu ada. Saat passion itu surut karena beberapa proposal film yang aku ajukan ditolak, aku dipertemukan dengan banyak ibu-ibu yang keren-keren, kocak puolll!!! Super Mom!
Acara itu namanya She Can Awards, awalnya males karena banyak hal yang tidak sesuai dengan briefing, kurang koordinasi. Tapi, kemudian setelah mengendapkan beberapa waktu dan berbincang dengan ibuku, mencoba berpikir ulang, hal-hal yang membuatku merasa tidak enak kembali membaik. Dari 38 penerima awards, sepertinya hanya aku yang masih kerja untuk survive, beda dengan mereka yang sudah mapan secara ekonomi. Pun aku masih belum bisa dikatakan berdiri di bidang filmmaker ini, karena filmku hasil workshop yang didampingi oleh supervisor. Bahkan saat aku semeja dengan Mb Myra Lesmana sebagai salah satu produser penerima awards, beliau tanya “Kamu di sini An?”
Iya, saya juga tidak tahu kenapa mereka milih saya. Ah, jadi merasa kecil belum banyak berbuat apa-apa untuk manusia (walaupun bukan kewajiban, dan tak berdosa kalaupun tak bisa berbuat apa-apa), tapi dibanding penerima awards lainnya, mereka benar-benar ahli di bidangnya, professor linguistic, prof terapi jiwa, pendiri organisasi pioneer untuk kegiatan X, Y dan Z, lalu ahli forensik yang bisa menguak bom Bali, orang sekaliber Ivana lee, Yayuk Basuki, ada penari profesional, bidan yang demi pelayanannya pada masy bisa berjalan 40 km tiap hari, ahli perancang keuangan, aktivis seperti Peggy Melati Sukma, para artists–pembatik, punya sekolah untuk anak-anak tuna rungu, sekolah untuk anak-anak autis dsb dsb… So, I could say I am just nothing there.
Lalu, aku teringat bagaimana bangganya ibuku disapa orang-orang seumuran dia dan bilang bahwa Ibu harus bangga punya anak seperti aku. Wah pokoke ibuku keliatan senang banget, mau foto dengan Bu Waljinah, dengan Mathias Mucus dan Mbak Myra, sama Mbak Nungki Kusumastuti, lalu foto sama Shahnaz dan Bunda Anne Avantie. Dan sebenarnya Ibuku masih pingin foto sama comedian Tarzan dan entah lupa siapa namanya, tapi aku gak mau fotoin karena ngantri. Jadi aku yang jadi tukang fotonya.
Aku sering bilang, gak seharusnya aku berada di posisi sekarang, karena tahulah pada dasarnya seorang filmmaker sepertiku entah kapan bisa produksi lagi, sedang kerja masih untuk survive semata. Mau beli kamera juga belum ngumpul hahaha, lalu apa yang mesti harus dilakukan, orang menerima awards kan bagi mereka yang sudah melakukan pencapaian, sedang aku apa? Hidup masih suka naik turun, belum bisa stabil. Dan satu hal lagi, pasti banyak yang menyangka dengan menerima awards tersebut pasti ada beberapa konsekuensi yang harus aku terima.
Yang pertama, bisa jadi ada kemungkinan muncul tuntutan agar aku bisa berkarya lagi. Kedua, kadang ada yang menyangka dapat uang karenanya lalu bertanya-tanya padaku ttg hal itu; ketiga, hidupku jadi terbebani dengan semua itu. Dan aku memutuskan untuk menerima awards itu dengan penerbitan bukunya karena aku berpikiran mungkin saja ada satu saja harapan dari manusia terselamatkan karena membaca tulisan tentangku. Harapan itu kadang begitu mahal kalau orang sedang putus harapan/putus asa. Dan siapa tahu ada yang punya concern yang sama denganku untuk memajukan minat baca di kampungku bagi anak-anak kecil di sana, juga someday kalau aku bisa profesional, mungkin saja hasil kerjaku dinilai mahal maka uang-uang tersebut akan aku gunakan buat bikin sekolah film untuk streetkids, Amien…
Love my family and all my friends who support me ![]()
Diantara hal yang tidak mengenakkan, tentu ada hal yang menyenangkan. Diantaranya adalah aku masih punya harapan. Harapan menjadi sangat mahal harganya saat kita merasa sulit dan merasa terjepit karena berbagai masalah yang menghimpit. Pingin banget berbuat banyak hal tapi selalu tidak bisa maksimal, entah apa penyebabnya. Aku yang kurang fokus atau aku yang memang tak punya bakat dalam hal tersebut.
Senang, akhir pekan kemarin bisa bareng ibu jalan-jalan mulai dari ancol hingga blitz megaplex GI. Makan bareng, ngobrol-ngobrol bareng, pijat refleksi bareng dan sebelum blio pulang aku sempat masakin sarden dan sup jamur. Rasanya senang ketika bisa memberikan pelayanan yang baik ke blio. Dan aku merasa sendiri lagi saat ibu kemarin pulang ke jombang lagi. Kamarku rasanya sepi.
Ibu sempat mencuci pakaianku, sudah aku larang, tapi karena aku kecapekan dan tertidur, eh dikerjain deh. Merasa sedikit berdosa, tapi ya…ibu sekarang suka marah klo dilarang-larang, akhirnya ya aku yang lagi malas dan capek gak ingin ngerjain apa-apa harus ikut ngerjain lah… Habis itu ditanya: sudah berapa lama kamu gak nyuci, aduh…nanti setiap pulang kerja langsung dicuci ya biar pas weekend cuciannya gak numpuk dan bisa istirahat…
Ahahaha… siap-siap… selesai kerja langsung pulang dan istirahat, skrg lagi malas ketemu banyak orang ah! Mengendapkan apa-apa yang ingin dilakukan next year…
You know, I just wanted to sum up all of my thoughts.
What should I do in the next year?
1. I want to continue research for my next film.
2. I want to go home for holiday.
3. Apply for scholarship, getting english course and learning filmmaking
4. Working in the research field instead of production house
5. Have time to produce my 3 minutes film, and some short-doc films
6. Think realistic and logic!(siaaaaaaaaaaaaaaaap!!!)
7. Make money for helping my family
8. Going abroad for film course
9. Let’s try and doing the best (jargon nih?)
10. Getting more time with my lover ![]()
Aku tidak ingin mengingatmu, aku tidak ingin menyakitimu dan aku tidak ingin mencampuri urusanmu. Seperti yang kamu bilang, aku adalah teman yang kejam pada teman-temanku, aku adalah seorang munafik dan aku selalu iri dengan apa yang dimiliki teman-temanku.
Harusnya aku marah dari dulu. Tapi aku harus membuktikan dan berdoa pada Tuhan untuk diberi kesempatan bahwa ucapanmu semuanya kacau!
Aku love peace. I don’t deserve to get that in my life. Juga mengganggu hidup orang, terutama hidupmu. I wish not to see you again, from the deep of my heart and my pray for it, Amien! Dan tidak sepeti sebelumnya lagi, aku tidak akan mendoakanmu. Sekarang aku mau fokus pada kesenanganku sendiri, kalau nggak suka ya nggak usah dikerjain. Dan all evidence indicates that you hate me! I’m always wrong in your eyes.
To see you again just like disaster in my life so better live far away, away… And please give me time to breath to do not feel afraid you’ve got hurt by my psychotic fans. So, I have conclusion that I have to live far away from you. I decide to have not any communication with you. Good bye… Wish God listen my wishes again, take away all memmory about you–whether its good or bad. Just like dust from burnt any kind thing which were remains you
Sekarang Alhamdulillah dapet kesempatan untuk jadi participant di workshop masterclass FFD.
Semoga dapet ilmu yang bermanfaat, dan semoga bisa berkarya lagi, Amien ![]()
Omah-Tembi,
Bantul, 05 Desember 2009(second revision)
I want to do a better things in mylife, my own life…
Pingin banget pas tahun baru bikin film eksperimental 5-10 menit ah, in somewhere, tapi gak tahu mo ngajak siapa ya?!
Lagi nyiapin tulisan proposal untuk diajukan buat bikin dokumenter, udah kanen banget dan moga masuk karena kangen banget produksi, kangen banget melahirkan karya di luar tema buruh migran!
Sekarang hari-hari lagi suka dengerin lagunya Joey Yung dengan music orchestra-nya. Lagu yang paling aku suka sedari di HK tahun 2003 dulu judulnya My Pride, lagu campuran Inggris dan kanton ini musiknya begitu ngepop, touching my heart so deeply!
Diiringi 31 lagu dari si Joey yang DVD-nya aku beli tahun 2008 kemarin, rasanya seneeeeng banget, bisa senyum2 sendiri menikmati lagu kenangan itu. Tahukan… aku dengerin itu saat jadi helper di HK, seringnya saat aku ngelap2 rumah, aku memutar lagu itu dari DVD koleksinya Po Shan, kadang sambil nari-nari bentar hahaha, kadang terlentang di sofa karena kecapekan lalu memejamkan mata membayangkan ada di Indonesia. ah, banyak kenangannya deh! Dan aku senang, bisa melewati semuanya itu, walaupun sulit dan banyak tekanan, tapi aku masih suka menikmati secuil bahagia yang masih aku usahakan ada dan hadir di saat itu.
Sekarang! walah, tak terbayangkan sih bisa ngekos sendiri dengan harga tiga kali lipat dengan saat di Surabaya dulu, tinggal sendirian, bisa tidur kapan saja. Dan satu hal, aku memang suka memasak, suka berkegiatan tapi sebenarnya aku adalah orang yang malas untuk membersihkan rumah, nah gimana donk! Lihat kamarku pasti berantakan, sudah ditata rapi sekali ya, berantakan lagi, malas cuci piring, malas cuci baju juga sekarang mungkin karena badan udah capek kali ya?
Kadang kalo lagi menggila nonton film di weekend dari pagi ampe pagi lagi, paling istirahat pas mandi, masak dan makan. Tapi menyenangkan karena aku bebas tak ada yang marahin, tak ada yang complain lah, thanks God for lovely day-nya… Ah, butuh teman juga sih sometimes but for sure one day my love will accompany me doing all this.
Juga, sepertinya setelah aku pilir2, aku masih takut dengan melahirkan dan resiko punya anak, jadi aku berpikir untuk tidak rumit2, klo takut ya gak usah punya anak dulu, gak ribet kan!
Agak stress karena banyak kerjaan mewajibkan pakai report bahasa Inggris, tahulah TOEFL aku hanya 450-an, Ah… tapi semua kan butuh proses ya kan? Kadang harus hafalin, sudah banyak baca sih buku-buku pemberian Mb yang di Amerika. Cayo An! Kayau lou lek! Aca-aca fighting!