Tgl 24 Sept harusnya aku dah ngantor… tapi aku izin ngantor sore karena dapat tiket murahnya siang…
Jam 3 pagi
Aku bangun, sengaja tidak menyalakan pompa air tapi aku lebih memilih menimba air dari sumur lalu mengambil wudhu, agh…segarrr gak ngantuk lagi. Lalu aku duduk di tepi sumur itu, sambil melihat langit yang terasa lebih dekat. Taburan bermilyaran bintangnya membuatku selalu berucap “Subhanallah” bukan karena aku pengagum bintang dengan segala keajaibannya, tapi memang pemandangan seperti ini sangat jarang untuk langit Jakarta yang takpernah kutemukan, tak seindah langin Jombang… Badanku baik-baik saja…
Jam 7.45 pagi
Perutku mulai kram, keringat dingin mulai keluar dari leher dan dadaku, lalu aku beberapa kali ke WC karena diare.
Lalu kuingat-ingat makanan apa saja yang telah kumakan semalam. Memang sejak kejadian puasa 2006 lalu yang aku sakit karena diare parah, dalam semalam habis infus 11 botol dan suntikan antibiotik dengan dosis tinggi lewat infus serta suntikan anti mual, membuat perutku semakin sensitif, tak bisa makan makanan yang kotor dikit aja dah diare…
Pagi itu ditambah my first day period, lengkappp sudah, perut kram semakin menjadi, isi perutku seperti diremas-remas nyeri, sedangkan jam menunjukkan angka 9, padahal posisi masih di jombang…terbang jam 14.05 di Surabaya…
Normalnya, Jombang-Surabaya ditempuh dalam waktu 1,5 jam dengan bis patas. Masih amanlah… Tapi sakit di perutku semakin menjadi, nyeri dan berkeringat dingin, untungnya gak mual-mual, buat berdiri saja gak bisa. Akhirnya obat yang ada aku minum saja, entrost*p dan sebutir antibiotik dan sebelumnya makan beberapa lontong dengan tahu. Perut yang kram menyulitkanku berdiri, kuusap peluh dan keringat dingin, memakai rok batik panjang dibantu ibu, lalu pakai jaket dan kerudung oblong. Semuanya pada ribut mo nganter (emang ada kendaraannya? kita kan punya satu sepeda motor saja?!) Panik… udah ah, ke dokter dan berangkat…
Setelah pamitan dan Adikku janji membawaku ke dokter (karena biasanya aku males diajak ke dokter), so Bapak dan Ibu sepertinya lega “Nanti kabar2i terus lewat telpon ya…” pinta Ibu kemudian…
Berangkat…pertama ke bu nik (bidan langgananku dulu waktu SMA sewaktu sakit maag dan typhus) tapi dah berangkat dinas, lanjut saja pintaku ke adikku. Lalu ketemu klinik Pak Rif tapi sama saja sudah berangkat kerja orangnya…ya udah nanti klo ketemu klinik dokter samperin aja pintaku ke adikku itu. Di jalan rayaterlihatlah RS Aziz. Sepeda dibelokkan ke aras rumah sakit itu dan aku langsung menuju ke ruang UGD untuk segera diperika sama dokter jaganya.
“Saya sakit diare dan nyeri mens di hari pertama, biasanya cukup saya buat istirahat beberapa jam sambil tiduran lalu sembuh sendiri, tapi hari ini saya harus balik ke Jakarta sendirian, jadi tolong bantu saya, lakukan apasajalah yang penting saya tidak kesakitan lagi.”
ya dokternya cukup humble sih…tanya jakartanya dimana, kerjaannya apa…tapi aku lebih suka tanya gmn nih sakitku??
“Mau injeksi?”tanya dokter itu…
“Apa sajalah dokter, yang penting saya tidak sakit lagi”jawabku
Lalu suster mendatangiku dengan membawa jarum suntik… Tuhan, sejak kecil aku sangat takut sama jarum suntik dan takut disuntik, bisa menjerit dan nangis karena takut, bukan sakitnya, tapi hari ini sakit di perutku mengalahkan rasa takutku pada jarum suntik. Pasrah deh klo dah ngrasain sakit ‘itu’.
Pernah aku mengalami hal serupa saat shooting di HK dulu, sama parahnya :first day period, mual dan muntah, keringat dingin tapi gak diare. walopun hanya 2-3 jam saja tapi menyiksa. So far sih semoga tak ganggu pekerjaan, kan harusnya ada perlindungan cuti haid kan? Tapi yah UU Tenaga kerja tahun 2003 itu gimana kabarnya yah, apa sudha diperbaiki atau belum.. Nyeri haid itu hal alami yang dialami oleh perempuan, jangan coba-coba bilang “nah kan..dah tahu perempuan banyak kelemahan, makanya gak usah kerja macem-macem”
Perempuan juga manusia, men! yang punya hak untuk dilindungi, diberi kesempatan juga.. ya gak sih 
Balik ke cerita : setelah diinjeksi, badanku seperti melayang-layang, 2 jam tertidur di bis dan koperku sudah tak kuhiraukan lagi masih ada atau nggak, yang penting aku masuk di bis dan dapet tempat duduk dan bisnya nge-ban (ganti ban), aku tertidur sepanjang perjalanan di bis dan tak merasakan sakit di perutku… Selamat deh, Alhamdulillah… Sampe Surabaya ganti taxi menuju Juanda, karena aku dah gak punya tenaga untuk jalan kaki nyari bis Damri di terminal Bungurasih jadi naik taxi saja lah… Sampailah ke Juanda, lalu terbang pake sriwijaya, sampe jakarta naik Damri ke blok M (duit mepet nih, hampir habis) saldo tabunganku tinggal 52.000 OMG… Ya, lalu ku sms lah sisterku Mb Arit yang biasa diajak gantian utk ngisi 150.000 ya kujanjikan akhir bulan lah, nambah tagihan pengeluaran yang harus kubyar akhir bulan ini : tagihan kos 700rb, tagihan pulsa almost 200rb (bny utk urusan kerjaan dan sebagian dah diganti ma kantorq) : semuanya sudah 1,15jt…tagihan kontrakan adikku dan bayar buku ditotal katanya sih 850an rb, tapi paling aku cicil dulu ah, Mbaknya ini belum kaya jadi ya memutar uang dengan lebih puyeng…
Sepertinya bakalan serius masak sendiri aja, aku terlalu boros di wisata kuliner bersama teman2q ato kadang nyobain sendiri. Udah ada parcell lebaran 16 pieces dinner set dari Tuper ware…wah lebih seru nih makannya?! Soalnya tempatnya bagus dan hadiah lagi…
Selamat datang lagi di Jakarta, semoga tetep sehat, baik hati dan semakin baik hati, tidak lagi suka lupa (mudah ingat ya!), semakin mandiri dan niat untuk mengetahui dunia lebih terbuka lebar, seperti film Merantau aja…hehehe