Joey’s identity

July 3rd, 2009

guest dean in Moestopo Univ

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Perempuan sebagai Agen Perubahan dalam Pembangunan

“PAHLAWAN DEVISA”

Indonesia mengirim lebih dari 400rb buruh migrant setiap tahun ke berbagai Negara kawasan asia pacific dan timur tengah. Jika dibandingkan dengan jumlah buruh migrant laki-laki , buruh migrant perempuan mencapai perempuan mencapai lebih dari 72%. Dengan total devisa yang dihasilkan dari tahun 2003 sampai dengan 2008 TKI telah menyumbang devisa bagi Indonesia sebesar 167 Milliar rupiah. 

Jumlah devisa yang disumbangkan kepada Negara pada kenyataan tidak sesuai dengan kenyaataan yang diterima oleh para TKI di Negara migran. Sebagai contoh yang dialami oleh rekan TKW, saat bekerja di Hongkong sebagai seorang House Helper.

Bagi pekerja

- Gaji tiap bulan HKD 3580 sepadan dengan Rp 5 juta.

Dulu pemikiran saya sangat simple : saya ke luar negeri mendapat gelar pahlawan devisa bagi negara saya, yang tiap tahun menambah penghasilan negara, tapi pada kenyataannya banyak ketidakadilan kami terima saat menjadi TKW. Seperti gaji underpay, potongan gaji selama 7 bulan, passport dipegang agensi, kurangnya pembekalan tentang budaya negara tujuan dan skill termasuk bahasa, adanya terminal tiga dengan pungutan liarnya.

Jadi istilah pahlawan devisa yang merupakan aksesoris dari pembangunan, ternyata tidak mempunyai efek merubah secara substansial bagi kami.

- tempelan yang tampak sangat indah : disebut pahlawan, mengerti teknologi, ikut-ikutan mode

– posisi lebih baik atau setara (tidak terjadi)

Devisa :  hal-hal termasuk dalam pengertian devisa sbb: a. Emas(mata uang emas,bahan mata uang emas yang belum diolah) b. Alat alat pembayaran luar negri c. Surat-surat berharga luar negri seperti cek,wesel,promes dsb d. Piutang luar negri e. Benda tidak berujud di luar negri f. Benda bergerak dan tidak bergerak di luar negri Dari pengertian tersebut diatas ternyata pengertian devisa tidak hanya terbatas pada mata uang asing saja,tetapi termasuk juga benda bergerak dan tidak bergerak.

Sementara bagi negara seperti Hongkong keberadaan TKW/TKI Indonesia cukup membantu penduduk yang sebagaian besar bekerja di luar rumah. Dengan jumlah penduduk 7 juta jiwa, saat ini ada sekitar 120.000 TKW asal Indonesia.  Salah satu warga Hongkong, berkata ” If there’s no domestic helper, I cant go out to work and I have to stay at home. I want to go out to work, and to earn some more money, to support the family. This is a very very good chance to the Hongkong women can go out to work. ” Bagi mereka, keberadaan para TKW merupakan penggerak perekonomian di Hongkong. Tanpa keberadaan para TKW, perekonomian Hongkong dapat lumpuh.

Perempuan sebagai Agen Perubahan

Perempuan sebagai agen perubahan, berarti haruslah memiliki kemampuan yang baik . Oleh karena itu perlu ditempa dengan pendidikan yang memadai. Perbaikan nasib dengan menjadi seorang TKW menjadi awal bagi Ani untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Pendidikan dapat memutus rantai kemiskinan, merupakan sebuah kata dari guru SMA saya yang hingga kini melekat. Dengan pendidikan tinggi setidaknya terbuka peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja, hal ini tidak luput dari pengalaman juga. Dengan ijazah SMA saya hanya bisa jadi buruh kontrak di pabrik.

Pendidikan dan kemampuan untuk menyampaikan ide, yang akhirnya mampu menggerakkan orang lain menjadi hal yang penting kita lakukan. Bagi saya pribadi, yang memiliki pengalaman sebagai seorang TKW asal Hongkong. Menuliskan pengalaman saya, selama saya di Hongkong dan melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya guna memutus rantai kemiskinan menjadi suatu hal yang penting.

Berawal dari kegemaran saya menulis, saya dan rekan saya–Yunnie Dhevie Hapsari, kemudian mengirimkan proposal cerita ke ajang Festival Film Dokumenter Eagle Award yang diselenggarakan oleh Metro Tv. Proposal ini yang awalnya dikirim dalam jangka waktu yang sebentar, akhirnya berhasil masuk menjadi finalis. Film yang berjudul Helper Hongkong Ngampus“ ini ternyata mampu memberikan sudut berbeda akan keberadaan TKW di Indonesia yang mampu memperbaiki nasibnya dengan mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Sekaligus mampu menginspirasi banyak orang untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan bekerja lebih baik lagi.

Kedahsyatan sebuah film sebagai medium Audio Visual, merupaka sebuah potret realita yang bisa menggugah orang untuk lebih baik dalam hidupnya. Akhirnya saya tersadar melalui film kita bisa menangkap realita-realita dari masyarakat dan dapat menginspirasi banyak orang.

Setelah berhasil menghasilkan sebuah film dokumenter, saya mengikuti workshop yang diadakan oleh Kalyanashira yang digaungi oleh Nia Dinata. Proposal film mengenai kehidupan TKW Hongkong yang relatif modern namun disatu sisi mereka masih belum memiliki otonomi terhadap keinginan dan tubuh mereka. Melalui film „Mengusahakan Cinta“ yang dibuat dalam project Change, Saya dapat melihat hal menarik dari seorang perempuan. Perempuan dengan pengalaman riil dan konflik personal mereka, apa saja kontrol terhadap perempuan dan bagaimana perempuan menggunakan ruang pribadi mereka untuk bersuara atau mengubah dunia.      

Dari subyek yang saya angkat dari film dokumenter yang saya buat, Dan dari mereka saya bahkan subyek saya jadi belajar , bagaimana secara subtansi perempuan sudah membuat perubahan ke arah yang lebih maju bagi dirinya sendiri. Kemampuan seorang perempuan dalam menumbuhkan kekuatan dalam dirinya dalam mengambil keputusan bagi dirinya sendiri atau secara tidak sadar membuat pilihan karena sekedar life style, aksesories atau ikut arus sosial.

Dari dua film dokumenter yang saya buat,memperlihatkan bahwa perempuan memiliki kekuatan tersendiri untuk menjadi seorang agen perubahan. Namun terkadang terbentur dengan nilai-nilai dan struktur sosial masyarat yang berada disekelilingnya.

Perempuan mampu memimpin perubahan dan itu dapat dimulai dengan menentukan pilihan yang sesuai dengan kata hati seorang perempuan. 

Notes : Terus nonton filem deh…seneng banget liat reaksi mereka…

Ternyata mereka banyak yang kurang tahu kehidupan para tenaga migran Indonesia, pertanyaan yang mereka ajukan lumayan kritis, tentunya aku didampingi dosen aslinya ya bow…

Pernah saat menjelang wisuda 2008, aku sedikit exhausted dan mengeluh pada mister x tentang pemikiran sempit orang yang ngakunya aktivis ne “tak tahunya hahaha” bahwa yg aku lakukan adalah mengeksploitasi diri dengan mjd ex-TKW… His wise thought : Batasan eksploitasi itu apa? Gak ada salahnya mengeksploitasi diri sendiri, daripada mencari2 sumber eksploitasi orang lain… Dan fyi aja ya: semua subyek film-ku sangat welcome sharing their experience…

notes khusus perempuan gila yang selalu mengganggu hidupku : Ngaca ya Bo’… bukan urusan lo mau gw mo buat film tentang TKW maupun tentang hal lain, JANGAN SIRIK ya!!! Klo lo mau, bikin sendiri ya, isue apapun terserah… jangan kerjaannya gangguin hidup manusia lain… Lo belum kena batunya ya, fitnah sana sini, bohong sana sini, aku yakin orang seperti lo gak akan bisa maju, gak mungkin bisa kemana-mana “istilah dari bos gw utk orang sejenis lo”

Lebih baik do your best on your life… stop bothering Me!!! And I will say thanks…

July 3rd, 2009

They’ve taken wrong speech from me

Posted by joeyleung64 in Film

Films on women and their stories

The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Sat, 04/18/2009 2:20 PM  |  Entertainment

Although they might not be about “grand narratives” or “bombastic issues”, women do have stories to tell. Such as simple stories of being a woman in an ever patriarchal world, as an upcoming international women’s film festival in Jakarta will reveal.

From an intimate depiction of how a mother juggles prostitution and back-breaking construction work, to the tale of the bittersweet life of a bipolar woman, stories screened at the V Film Festival, scheduled from April 21, are from women, for women and about women.

“Lately, we have seen emerging female filmmakers produce excellent works about women’s lives,” festival director Ening said.

Despite such trends, she found the issue still remained marginalized, even at the country’s existing film festivals.

“Even in major film festivals like Jiffest - the Jakarta International Film Festival - the screenings of these kinds of movies received very limited attention. As few as two people at a time attended such showings,” said AES, one of the directors of collective documentary At Stake. (correction : I mentioned not in Jiffest but during screening on Blitz, based on my friend said)

It might indeed be true that this emerging minor subgenre has been overlooked for too long.

A collaborative work of Kartini Asia Network, Salihara Community, Kalyanashira Foundation and Jurnal Perempuan Foundation, V Film Festival - feel free to interpret “V”, the festival committee said - is the first of its kind in the last decade, after a similar event was held back in 1997.

The film screenings will be accompanied by a series of discussions with the filmmakers and a moviemaking workshop.

“In the long run, we also plan to open participatory filmmaking workshops that will really allow ordinary women to express themselves,” festival committee member Olin Monteiro said, adding V would be an annual event.

For now, plans and ideas have been toned down to focus on screening quality women’s films.

More than a dozen films, ranging from short documentaries, to full-length features, offer a variety of themes by female filmmakers from France, Germany, the United States, ex-Soviet Union countries, as well as more than a handful from Indonesia.

French film Water Lilies, a tale about teenaged synchronized swimmers, is set to open the festival, while German documentary Mother Beast-Mother Human, on pondering motherhood, will close the event on April 26.

In between, are films with more down-to-earth themes, which Indonesian women should find accessible.

Ani’s documentary, for example, portrays the lives of two Indonesian domestic workers in Hong Kong, and their quest for love.

Her work, as well as that of three others collaborating for the documentary At Stake, received much enthusiasm during its screening at the 2009 Berlinale, the Berlin International Film Festival, in February, as viewers saw a different side to the stories of women living in what they perceived as merely an “exotic tropical country”.

Unfortunately, two segments of At Stake, on female circumcision and discrimination against single women on reproductive health services, will be scrapped during its screening at the V film festival, as their directors are male.

“It is part of the rules of female film festivals that we can only screen works by women,” explained film producer Nia Dinata, from Kalyanashira Foundation.

Sexist as that may seem, perhaps women have been victimized and marginalized by this patriarchal society for so long that they deserve to have their own space for once. No offense, guys!

June 30th, 2009

Some Party Stories

Posted by joeyleung64 in olah raga

Actually I like private party…maksudnya party di kamarku sendiri. Klo lagi suntuk dari aku SD dulu suka nyalain radio trus bergerak sepuasnya di kamar, mau gaya india, balet maupun dirty dance yang gak jelas dan pernah kulihat di beberapa tayangan sinetron saat aku di HK dulu.

Yeah, dulu saat SD sempat belajar nari setengah tahunan lalu tampil bareng-bareng di alun-alun Jombang, saat SMP sempat tampil di pagelaran yang diadakan akhir tahun, ngedance bareng teman kelas 3A lagu India judulnya Afsana Pyarka. Pernah juga tampil jadi penyanyi lagunya Elvy Sukaesi judulnya mati lampu itu dipake tujuhbelasan ngiringi lomba joged di kampung hahaha, lalu saat SMA terakhir untuk mata pelajaran klo gak kesenian ya or-kes, kami diminta untuk menari, nah sama teman 2-6 kami menyuguhkan gabungan antara dance tradisional dan kontemporer, pembukaan lagunya Jinny in the bottle klo gak salah trus aku dah lupa, tapi di tengah ada tarian jawanya juga, yang ini malah kami diminta tampil dua kali sebagai perwakilan sekolah, aku masih ingat saat dengar protes dari teman rohis karena di samping aku dan bbrp teman pake kerudung waktu itu, di tarian itu ada goyang panggulnya. Padahal aku sengaja diam saat goyang panggul itu berlangsung, sebenarnya gerakan itu seperti senam body language, tapi lebih menjurus dirty dance, setelah kupikir2 sekarang.

Setelah itu, sepertinya aku tak lagi ada kegiatan yang mengajakku live performance hehehe… Mungkin teman2ku SMA di FB akan ketawa dengan tugas2 dari sekolah itu. Yang cowok tak kalah kreatifnya waktu itu… Entah aku baru bisa mengingatnya sekarang, sebelumnya tak ada waktu memikirkannya.

Waktu itu aku hanya jalani saja, yayaya…

sampai suatu ketika kujumpai beberapa pesta, seperti farewell party teman sekantor yang pindah kerja, wrap-party film kedua, klo film pertama lurus2 saja ya, trus cocktail dan teddy party saat di Berlin.

wrap party film kedua, semua mentor dan team pada ngedance…They ask me and I just answer thanks, no…sampe mereka mengelilingiku dan ngedance di atas meja di depanku dengan dirty dance-nya oh my… I am just ordered orange juice and bareng editorku pulang duluan, naik mobil asistennya. Saat cocktail party, ya yang aku sukai bisa ngobrol ma scholar yang lagi kuliah di Paris dan Jerman sendiri, Nah… yang paling menarik Teddy party…aku suka banget sama performance-nya cowok cute dan super lentur yang nari dengan patung.

Si cowok yang lebih mirip penari yang fragile banget sepertinya, dari tariannya aku bisa merasakan bentuk kesendirian manusia, letih, sepi dan desperate tapi terus saja harus dilanjutkan hingga kadang harus menginjak kehormatan dirinya sendiri untuk sebuah tujuan yang entah karena kesendiriannya jadi dia mengeksplore sendiri jiwanya. Tariannya dengan patung itulah yang kadang aku lakukan di saat aku sedang ingin bergerak dan menari in my private party, hm… di kamarku as usual, dengan musik yang kusukai dan imaji yang enggan kubagi dengan teman lainnya, hanya dinding kamarku…

That’s the way catharsis goes on…

June 26th, 2009

Time for learning

Posted by joeyleung64 in Film

Kamu telah melaluinya my Dearest anie…

Aku selalu mengucapkan kalimat itu di depan cermin… ya, aku mengagumi ciptaanNya yaitu aku, so starting for loving myself.

Sepertinya, beberapa bilang jalanku di dunia film itu seperti lewat tol saja, eagle kemudian project change… dan aku masih punya beberapa mimpi : workshop saja belum cukup, aku ingin belajar teorinya, sampe buisa sebisa-bisanya, maksudnya expert lah. di hk aku dah kenal satu dosen yang sekaligus associate profesor HK univ yang ngajar film, seandainya saja aku bisa dapat beasiswa di sana…pasti aku bisa berbagi dengan teman2.

Sewaktu kemarin di HKIFF ke 33, aku ma Mb Viv sempat ngasih workshop ringan bagaimana bikin film doku dan mereka udah bikin semacam forum diskusi gitu yang agendanya putar film. Tapi sungguh aku masih jauh dari kelayakan untuk berbagi ilmu karena aku belajar dari workshop ke workshop, aku belum paham benar tentang teori, sudut-sudut pengambilan gambar serta eksplorasi yang lebih dalam.

Begitu banyak semangat yang kuperoleh, dari dua shifuku Mr. L dan Mr. A, kadang teteh, mbak Viv, Mbak Aline, Ray, dulu Mr R… Bisa kok Ni’ dipelajari, pelan-pelan, perbanyak nonton film, perbanyak diskusi tapi aku masih belum punya partner yang serius berdiskusi denganku, could U send me someone to help me God? I beg U, please…

You know lah… gw kesulitan berkomunikasi dengan kameramenq di film kedua, tau knp? karena di film pertama gw dapet kameramen yang perfectly knew what we want. Tapi, tetap saja setiap produksi itu adalah pembelajaran, kalau kamu pernah mengalami yang berat pasti di produksi selanjutnya lebih mudah, kata mb viv. Klo pendapatku sendiri sih, I have to catch up… anyone wanna accompany me to learning together…

Aku rencananya mau buat film sama teman, namanya ovy…tentang anak-anak yang abuse, udah nulis script bareng sih, udah liat-liat lokasi shooting juga, tapi masih perlu development script and breaking down the script. Kamu tahu darimana aku belajar? Dari script yang ditulis oleh mb viv, mb mel, yang beberapa diantaranya bisa ku akses lewat fileserver kantor, lalu gw bandingin dengan filmnya. 

Thanks sista… mb mel lebih suka panggil aku ema, tapi dia sekarang ikut-ikut lainnya panggil Ni’, katanya mengingatkan sama ema thompson hahaha… Tapi, jujur gw dari dulu suka banget dengan bau2 kerajaan Inggris, walt dance, tango dance, duke, apalagi bajunya yang gaun panjang…ah pengen pake, trus nge-dance sama my lover… bagus kan… I wish some day any time for me wear that costume, yeah witm my lover and my son or daughter…

cukup2 ngayalnya…

Aku mau lanjutkan ngecek subtitle film The Letter for the King, yang dari Belanda… bajunya bagus jadi gak sabar pingin punya dan memakainya, nah kan ngayal lagi?!

June 25th, 2009

kerudung yg tak sepenuhnya melindungi

Posted by joeyleung64 in friendship

Banyak yang nanya ke gw sejak kapan lo pake kerudung?

gw pake kerudung sejak gw sma 1997, tapi pas smp gw sering buka dan tutup pas di luar sekolah. sekolah smp sih gak pake kerudung tapi pas main2 di luar jam sekolah pake, seringnya gitu. 

tapi gw gak konsisten, saat sma 3 tahun terus pake baik sekolah maupun di luar sekolah, tapi kemudian pas kerja di sidoarjo gw gak pake karena sepupu gw bilang mudah cari kerjaan klo gak pake kerudung, terus berjalan pake dan nggak sampe di tahun 2003. 

di 3 tahun aku pake dan gak itu sebenarnya permasalahannya sangat pelik. di saat gw tahu dan paham bahwa itu pilihan sadar ternyata banyak sekali rintangannya. pas kerja di hk pun awalnya gw gak pake kerudung lho. ibuq bilang yang penting hati gw berkerudung maksudnya blio dijaga lah perilaku. tapi pas liburan gw hanya sekali gak pake kerudung, sisanya gw pake terus dan ada tahapannya, setiap kluar rumah awalnya gak pake tapi pas udah tahun ke dua gw mulai pake terus, hanya pas di dalam rumah bos yang gw gak pake.

sepintas orang liat gw pake g, pake g… tapi pada dasarnya yang gw lakukan adalah usaha-usaha untuk konsisten hanya saja ada pertimbangan saat di hk, gw butuh uang pada dasarnya bukan untuk gw aja, tapi gw selalu gak tega liat bpk, ibu atopun adik gw menderita terlalu lama karena kemiskinan, kekurangan, jarang makan enak atau malah, speechless deh… gw g tega bpk gw harus sering sembunyi dari penagih bank yang ternyata direktur banknya adalah bapaknya teman gw sma–ironic, gw gak tega ngeliat ibu gw harus kerja di sawah orang bersiin rumput di sawah dengan hanya gaji 2 ribu rupiah, lalu gw gak tega lagi ngeliat adik laki2 gw yang lucu harus tidak punya harapan untuk sekolah! 

Itu kenapa gw suka melo g jelas klo liat adik2 asuh yang di surabaya lalu gw harus sok tegar dan bicara tanpa hati (jd kangen ma eva dan tmn2nya). 

trus ada yang nanya knapa lo pake kerudung? 

gw pake kerudung karena gw merasa nyaman, serius nyaman sekali. so many times since in elementary school, a lot of boys in my age bothering me, touch me and so on lah…so ketika gw berkerudung, gw jadi yang tidak lagi diganggu mereka. juga saat di hk… ada tuh satpam camellia court suka kedip2 gak jelas ngajak libur mo ditraktir, hm..gw ma mbak ana tmn se-villa dg gw, tetanggaan malah, gw anggap sbg kakak gw, tmn bergossip, cerita tentang anak dia, hingga menghadiahi gw beberapa kerudung cantik yg harganya mahal, yg masakin kolak buat buka puasa, teman ngobrol saat selesai nyuci mobil sambil tengok2 ke satpam karena takut diaduin ke majikan kami… indah buat di kenang, tapi sengsara jalaninnya.

gw pikir dan rasa, gw udah berusaha patuh ya pada tuhan, serius tak minum alkohol, tak merokok, tak makan babi, hingga gw sempat jahit beberapa baju yang katanya sister2 di halaqoh di masjid tsim sha tsui itu hijab yang sesuai syariah yaitu pake gamis… belanjalah gw ke pasar beli kain 90 dolar, beli mesin jahit yang harganya 100 dolar, jadi deh dua gamis…klo liat foto2 gw pas liburan pake gamis ya itu dia jahitan gw, tapi udah gw kasih ke sahabat gw merry dan susi saat mo pulang, dan mereka ngasih uang saku ke gw hahaha kaya mau sekolah saja…

Ternyata ujian di indonesia untuk kerudung gw belum usai. lebih berat malah, gw pikir ketika gak pake kerudung di hadapan teman cewek itu tak menimbulkan macam-macam. itu salah besar, besar dan besar… gw tak akan menceritakan apa yang terjadi tapi yang gw sesalkan kenapa saat di luar gw dijaga oleh tuhan dengan penjagaan yang sempurna tapi saat di negara gw sendiri gw ketemu sama monster gila, yang berpura-pura menjadi malaikat. gw hampir memaafkan perbuatannya ke gw, tapi ngeliat ulahnya yang sok penting dan membuat fitnah berulang dan berulang kali, gw sebagai manusia biasa hanya ingin dia lenyap dari bumi dan tidak pernah tampak di mata gw. karena yg dia lakukan pd gw udah keterlaluan, gw gak bisa bayangin klo gw gak masuk eagle, bagaimana nasib hidup gw bersama orang sakit jiwa…

bukankah tuhan adalah teman yang sangat setia dan kekasih sejati bagi siapa saja yang mempercayainya. bagi perempuan sakit jiwa itu, barangkali lo baca tulisan gw ini, sekali lagi gw bilang “cukup!”, gw manusia! cukup jangan kacaukan hidup gw artinya jangan ganggu juga orang-orang di sekitar gw, com’on terima kenyataan gw sudah bukan babu-mu lagi, I am not ur slave!

Koar-koar lo yang tentang hak asasi manusia, sebagai aktivist… in front of me you just like a sh** 

knapa gw jadi ngomongin perempuan gila itu lagi ya? krn gw belum ikhlas, diperlakukan seperti bukan manusia. oke… tenang Ni’, itu telah terjadi, telah terlewati… yah telah terlewati…

office, KSF,  25jun 19.06pm

June 23rd, 2009

Nothing can destroy spirit but poverty…

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

stick by your friends alias setia kawan…

sekarang gw pilih-pilih, kawan mana yang bisa terus diajak jalan bersama. banyak teman yang menganggapku udah kaya, duitnya banyak karena kerja di PH, akhirnya beberapa mereka menelponku karena lagi butuh banget : ada yang karena bayar uang cuti kuliah karena mau melahirkan, ada yang terlilit hutang om-nya, ada yang teman lama tidak menghubungi eh tiba-tiba bilang sedang butuh uang.

Ya, pastinya gw meminjami mereka gak dalam jumlah banyak kisaran 300 mpe 500 ribu, tapi klo lagi gak ada uang jumlah segitu ya banyak juga. Selalu saja saat gw butuh dan meminta baik-baik untuk mengembalikannya mereka bilang masih belum punya, akhirnya setiap gw meminjami seseorang yang terpikir adalah gw tak memikirkan lagi akan dikembalikan.

Yeah… all about the money, dulu gw pernah dipinjami sepatu oleh teman sebangku gw saat gw melarikan diri dari rumah buru-buru gak bawa peralatan sekolah, dan gw menganggap wajar klo sekarang teman gw yg menikah dengan orang jakarta, walopun mereka telah lama menikah tapi untuk urusan keuangan belum stabil jadi ya biarkan saja…

Rata-rata dari kawanku itu sudah pada menikah. I can understand difficulty being poor… This life is not fair for poor people. Such as nightmare, virus and I really3 hate that…

Banyak ketidakadilan yang akan kau rasakan tatkala berada di wilayah ini. Saat kelas 2 SMA sebelum ketemu kawan-kawan yang baik, dalam artian mereka yang menerima kita apa adanya di saat kita miskin, tak punya uang, aku punya teman sebangku yang kakaknya mau ulang tahun ke 17, sweet seventeen. Kakaknya juga temanku. Setiap hari aku mendengar cerita persiapan dia seperti apa, pesen kue ultahnya dimana, dihias cream warna pink lalu makan bersama dengan lauk sate, urap dan bla bla bla, mau pake baju apa bla bla bla.

Lalu akupun mengumpulkan jatah uang saku dari Bapak, waktu itu aku masih ngekos, dua minggu bisa ngumpulin uang 4 ribu, di jaman itu uang kos sebulan hanya 9 ribu saja. Akhirnya aku bisa beli frame photo warna hijau, lalu aku bungkuslah barang itu sebagai kado yang kusiapkan untuk kakak teman sebangkuku. Finally, sampai hari H aku gak dapat undangan dan tidak diundang, padahal aku telah berusaha, di hari berikutnya waktu aku masuk sekolah lagi aku hanya mendiamkannya, beberapa teman yang diundang cerita tentang meriahnya pesta itu dan banyak yang bertanya mengapa aku gak datang, akhirnya aku tanyakan ke teman sebangkuku : mengapa aku tidak diundang, what’s wrong with me? Alasannya adalah karena pestanya tempatnya jauh di mojokerto yang jauh dari jombang, klo dilacak lebih lanjut karena naik bis menuju rumahnya butuh dana, dan teman sebangkuku tahu aku gak punya banyak uang karena dia tahu aku gak pernah jajan ke kantin. Aduh… yah mau bilang apa lagi, marah karena gak diajak, tapi akhirnya mentalku gak bagus, aku selalu merasa tidak diterima kehadiranku dengan apa adanya diriku.

Kecuali kawan-kawanku genk rohis, sepertinya para borju itu masih terlalu muda untuk tahu bagaimana sulitnya kehidupan sebenarnya jika tanpa dukungan orang tua yang bercukupan.

yup, absolutely right : nothing can destroy spirit but poverty…

kemiskinan itu penyakit ganas yang hampir aku tebas nadinya, aku tusuk jantungnya, tapi dia sangat handal, usahaku masih belum berhasil, karena poverty itu punya kemampuan menjadi hantu yang tak punya bayangan setelah dia mati sekalipun… hantu gentayangan duong….

Hanya ada beberapa orang saja yang setia menjadi kawanku hingga saat ini… Entahlah klo mengingatnya aku tak setegar apapun, rapuh jiwaku karena mengalaminya…

Masihkah Kau sisakan best soulmate in my life God? I am afraid to be allone…

June 22nd, 2009

dari make up mpe…

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

after lunch time… deuh kepala sedikit pening, leher juga kaku, tenggorokan masih rada sakit buat nelan, makan udang lagi… hm…

Kemarin sempat bersih-bersih meja riasq, hm… terasa penuh, penuh dengan bross dan peniti yang bertebaran dimana-mana, juga gelang. Setelah beberaapa gelang yang gak mau lagi kupakai kuberikan ke beberapa temanku, yang paling tahan lama dan sering kupakai adalah gelang2 dari batu. Beberapa koleksi gelang keroncong jadi jarang kupakai, ternyata aku lebih suka pake yang gak rame dan bunyi-bunyi, tapi masih tetap kusimpan.

Beberapa kantong peralatan mandi untuk travelling aku rapikan lagi, kotak obat, kotak pin, kotak pensil, terakhir make up.

Hm… aku bersyukur sekali dengan jenis kulit berminyak yang kupunya, ya lebih mudah untuk merawatnya, kalaupun jerawatan juga cepat sembuhnya. Mulai deodorant, aku pilih yang cair karena lebih cepat kering kupilih milik Niv** ada tulisan yang natural sepertinya, ada beberapa produk the body s**p yang kubeli, karena kalau aku harus ke salon untuk merawat kulit setiap bulan masih belum terjangkau, kecuali kalau lagi dapat rezeki so aku punya blue corn 3 in 1 mask dan olive body scrub. Kadang kalau lagi weekend suka pakenya.

Alas bedak aku pake borju** warna beige dan ada tulisannya matt, ini kadang aku pake kalau lagi butuh banget, klo gak paling tiap berangkat ngantor pake pelembab trus bedak dengan warna yang sama beige.

Splash ato body mist, aku pake aqua lily punya TBS seger banget, kadang di tangan kugabungkan dengan yang jeruk segar banget ah… how about body lotion? aku pake yang vasel**, tapi aku rada malas pakenya kecuali kulit lagi kering. Untuk lipstik yang ini dapat waktu festival sponsor revl**, juga eyeshadow dengan merek yang sama diberi Mb Viv, kadang aku pake juga tapi jarang banget.

Salah satu kriteria dari bahan rias yang kupunya adalah untuk muka maupun badan tanpa pemutih/lightening, itu keharusan karena dari dulu aku sangat menyukai warna kulitku warna sawo mentah hahaha… sebenarnya pingin banget spa sambil tertidur tapi belum ada duit bo’… jadi seringnya berendam air panas klo lagi nginep di hotel, puas2in deh kadang menenggelamkan diri di dalam bath tub.

Jadi ingat pertama kali aku nginep di hotel, selama aku hidup utk pertama kalinya mm kapan ya? waktu kepilih jadi semifinalis eagle di hotel Alia cikini. Dulu setiap aku masuk hotel selalu loncat-loncat lalu menghempaskan tubuh di kasurnya yang empuk, tapi karena sekarang teman tidurq seringnya bosq yg perempuan jadi harus lebih behave. Padahal sensasinya enak banget… Aku selalu lihat, adakah bath tub, kalau ada pasti di hatiku akan menjerit argggghhhh senang maksudnya. Mau lagi dan lagi…

Oh ya, semalam teman kosku cwe lagi masuk angin, dia memintaku untuk dikerokin, sebelumnya dia main ke kamarku untuk minum obat kembung yang kupunya, setelah dengerin beberapa ceritanya dia balik ke kamarnya. Akhirnya dia minta tolong teman cwe yang lain. Sebenarnya aku bisa saja ngerokin, atopun pijat, tapi aku tak ingin melakukannya lagi, itu mengingatkanku pada kebodohan yang pernah aku perbuat dengan membantu fans gila yang katanya sakit, lalu aku sering banget memijatnya, argghhhhh sudahlah… selayaknya orang seperti itu benar2 kena penyakit yang mematikan saja, semoga apa yang diucapkan akan terwujud, dan saat itu tidak ada satu orang pun yang percaya dia sakit dan membantunya, sepertinya kalau aku boleh memohon pada Tuhan, biar impas dengan perlakuannya padaku…

Sekarang, aku akan lebih percaya dengan pemikiranku saja, dan aku akan menghargai apapun keputusanku, tentunya dengan segala konsekuensi…

Bact to work ya…

13. …pm

June 21st, 2009

syndrom mr x chronic stadium akhir

Posted by joeyleung64 in love side

Sepertinya bakal susah usahaku untuk melupakannya. Aku telah menikmatinya, mulai dari senyumnya, hal-hal yang remeh darinya tapi bagiku berkesan banget, gurauannya, keindahan hatinya, suaranya, bahkan murkanya.

Pingin banget ngeliatnya sebel di hadapanku. Bukan tanpa sebab, karena seringnya tak pernah kujumpai mukanya sebel di hadapanku. Kesebelannya hanya tampak di tulisan dan suara. 

Akupun mulai memetakan hidupku, memberikannya ruang di hatiku, semoga saja porsinya tetap sama …% dari cinta yang kupunya, tapi temanku bilang sudah lebih karena aku lebih suka memikirkannya daripada memikirkan diriku. Tapi itu tak benar, aku akan berusaha selogis mungkin.

Bukankah cinta itu netral dan membuat kita produktif, jadi pijakan akan makna cinta inilah yang membuatku tetap menyimpan rasa ini padanya. Mbak Viv pernah bilang, di saat aku benar-benar muak akan judgement mr x padaku, karena semua yang dikatannya sebagian besar gak benar menurut hatiku, “makanya Ni’… itu pelajaran bagimu, jangan semua hal kamu ceritakan pada orang yang kamu sayangi sekalipun, ada hal-hal yang hanya dirimu dan tuhan saja yang tahu, coba sisakan sedikit skeptis dalam ruang pertemananmu dengannya. Ingat hidup itu dinamis Ni’… Dan, yang pertama harus kamu lakukan adalah menerima apa yang mr x katakan, renungi dengan jujur, jangan-jangan benar apa yang dikatakannya. Oh ya, jadi perasaanmu padanya seperti apa? Kamu marah karena tidak dipedulikan : gila nih cowo dah disukai dengan tulus bukannya menghormati atau menolak dengan baik-baik tapi malah bicara yang tidak-tidak, kamu takut sama dia atau kamu kesal sama dia?”

Yup jawabanku ” Aku sih menerima apa pun konsekuensi dari rasa yang kupunya, toh aku juga tidak memintanya, cinta dan kagum itu hadir begitu saja, karena aku menyukainya detil demi detil sikapnya telah memikat hatiku. So, perasaanku bukan sebuah kesalahan. Kalau takut sih nggak lah Mbak, karena aku tak pernah takut utk hal-hal yg kuyakini benar, ato aku merasa benar tidak sesuai dengan tuduhannya. Mungkin lebih pada perasaan kesal, tega banget sih ngatain aku seburuk itu! Sepertinya aku benar2 terhina di hadapannya. Kalaupun aku seburuk itu, bisa kan bicara baik-baik, dan kalau dia berbaik hati pastinya inginkan aku berubah kalau benar aku seburuk itu! Akhirnya aku jawab saja TERSERAH, apa saja yang mau dikatakan ya terserah, mau dijelaskan toh jawaban dia “I dont care..” Lalu aku harus gimana lagi sista?”

“Tenang Ni’… kamu tenangin diri dulu, kita kerja di luar kantor aja ya, di Gramedia Cafe HI aja, ntar meeting sama Tam lalu meeting dengan Ad agency Y&R di Kemang…”

Yup, nice suggestion… apa yang dikatakan sista-q itu sama dengan yang pernah mr x katakan padaku, “kamu tak perlu mengatakan padaku hasilnya, cukup kejujuran hatimu menelaah sikapmu”. 

Banyak kebetulan-kebetulan yang tak sengaja terangkai, dan semoga banyak kebetulan yang menyenangkan di hidupku dan hari-hariku, walo di awal aku sangat tdk percaya akan kebetulan, krn semuanya telah direncanakan Tuhan, tapi mungkin lebih baik skrg prcaya pd kbetulan, make it easy gal…

Kenapa aku harus bicara dengan Mbak Viv, karena dia telah membuka dirinya berperan sebagai sista-q, yang selalu menginginkan kebaikan dan meyakinkanku bahwa setiap episode hidup adalah pelajaran, yang kadang aku lupa karena mentalku tak sekuat mereka… Aku mulai bicara ttg mr x, karena aku tak sanggup sendiri menghadapinya, sebuah tamparan berat perkataannya tajam seperti menyayat nadiku hingga mau putus, karena aku tak pernah menyangkanya…

“Ni’ kalau kamu takut nanti diinjak2 lho sama mereka…”masih terngiang perkataan Teteh saat kutanyakan padanya, knapa ya aku sering takut dan nervous klo Teteh ada di sampingku, takut salah…hm… Tapi sekarang sudah lebih rilex, karena dia sista juga… Thanks atas perhatiannya…

Tentang syndrom mr x chronic itu, sepertinya energinya akan aku salurkan untuk menulis dan melukiskannya lebih dalam lagi, karena cinta itu produktif, dan semoga akan ada karya karena mr x always inspiring me…

June 18th, 2009

Fans gila yg smkn merajalela dengan kebohongannya.

Posted by joeyleung64 in friendship

Thank you… hari ini kenapa abu-abu banget klo gak bisa dibilang kelabu, moodku lagi gak baik. Malam-malam dapat sms dari fans gila dengan tulisan yang ngaco! Tuhan, kenapa dia selalu mengganggu hidupku! Just sh**, aku udah kehabisan agresif verbal, sepertinya aku mau belajar martial art tujuannya apa : aku ingin sekali saja menamparnya hingga dia tak punya muka lagi, hmm niat yang buruk sih. 

Bagus klo lo baca tulisan gue ini, itu berarti lo akan tahu gimana muaknya gue denganmu. Sudah, sekali lagi cukup, cukup, cukup!!! knapa sih jadi sok penting gitu, padahal lo bukan siapa2 gue, dasar perempuan gila!!! gue tak akan mengizinkanmu mengobrak abrik dan mengacaukan hidup gue lagi. knapa sih jadi manusia nyebelin dan merugikan orang lain. 

Satu lagi, gue bukan wanita lemah yang mudah lo bohongi seperti yang dulu dan gue sangat paham kegilaan-mu tak akan mungkin menyentuh hidup gw lagi. Gue udah berdoa agar Tuhan menjauhkanku dari kejahatan orang seperti lo! Serius lo lebih dari setan yang tak punya hati lagi. Oke… tak perlu menelpon ibu gw untuk cari muka, dari awal gw cerita ke mereka tentang sakit leukimia stadium akhir yang kamu derita tapi ternyata lo bohong, so jangan malu2in diri dengan bermanis2 di keluarga gw ya!!! Karena tak ada ampun untuk pembohong seperti lo, di hidup gw…

I close this case…

June 18th, 2009

sakit kepala…

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Sakit kepala…

Aku sangat mudah mendapatkan migrain, ya sakit kepala bagiku hanya alarm untuk tubuhku, yang mau ngasih tahu kalau badanku sedang tidak fit. Sejak senin lalu, berarti tiga harian lah, migrain lagi saat menjelang maghrib, padahal akhir ini sedang sibuk2nya nonton film dan nyocokin dialog, pake headset, kadang ngliatin 2/3 screen : portable dvd untuk muter film, laptop kantor untuk software subtitle dan laptop gw yang kecil dan imut buat benerin file-nya.

Aku nyampe kantor pagi-pagi, kupikir biar ngerjainnya masih segar. Tiap hari tak lupa sarapan minum susu segar yang ternyata cukup mengenyangkanku dan tak perlu makanan lain sampai nanti makan siang bareng tiba, tiap malam minum jus buah. Kulihat-lihat menu makanan dah sehat dan memang sih tenggorokanku rada nggak enak dan sampai akhirnya telingaku gak dengar sebelah.

Sudah kepikir nih mau ke dokter THT untuk periksain telinga, nih rada parno gara2nya dari kemarin kalau bicara ma ibu saat aku kurus dibilang cepat2 periksa kadar gula deteksi dini takutnya kena diabets, trus sakit kepala dibilang suruh periksa karena ada tetangga dekat rumah yang kanker otak sampai baru ketahuan matanya dah buta…

kali ini aku gak bilang ah ma ibu takutnya dia nyuruh periksa dengan alasan yang bukan-bukan, akhirnya aku keingat teman seruanganku yang ngeluh2 pada suatu hari telinganya budheg, trus kutanya akhirnya kenapa waktu itu, ternyata panas dalam…argh..make sense juga, badanku yang meriang dari 3 hari ini, terus tenggorokan yang rada sakit dan susah buat nelan jadinya sampe malas makan, diperburuk dengan makan kue kering yang rasanya banyak penyedapnya…

berarti habis ne pulang kerja mampir beli larutan penyegar…

Nah, aku mo balik lagi memeriksa film2 anak itu…

btw, aku semakin mengaguminya karena di dekatnya kutemukan kedamaian, jiwa yang damai dan persahabatannya dengan alam, membuatku ingin ada di tempat selama ini dia berasal. Saat di Batam kemarin sempat kufoto rumah-rumah resort di KTM yang terlihat skyline S’pore. Rumah2 yang pas di bawahnya ada pantai, sebelumnya aku telah nonton Nights in Rodanthe, Diane Lane dan Richard Gere… Aku dah membayangkan akan ada di tempat seperti itu, rumah kayu, dekat dengan air dan bisa larian sepanjang pasir pantai dengan air laut yang kadang membasahi kaki, matahari yang hampir tenggelam, berkejaran dan dance with my lover, so I just waiting until the right time, but I never know when it is. I didn’t see God answer my prayer…

Next Page »