Joey’s identity

July 31st, 2008

Menang Antologi Dokumenter Kalyana Shira Foundation

Posted by joeyleung64 in Film

Dear my reader.. ha ha..

akhire setelah berapa lama ya ? kira-kira dari november 2007 proposalku dapet sponsor, gak tanggung-tanggung Kalyana Shira Foundation dengan Dewan Kesenian Jakarta di acara The Body Shop Documentary Competition 2008 bersama 3 teman-teman yang lain, kami dibiayai untuk membuat antologi dokumenter tentang perempuan dan seksualitas..

targetnya akan tayang di Bioskop.. Wow.. Alhamdulillah..
Jalan untukku semakin terbuka di dunia film dokumenter setelah menjadi finalis Eagle Awards.. dan itu semua memang yang seperti yang kuimpikan dan kuharapkan.

aku kali ini, akan bener-bener mencoba menjadi passionate dengan hasil karyaku jadi gak seperti film debutanku yang terkesan dingin tanpa emosi.. ha..ha..

terucap selalu terima kasihku untuk para Shifu-ku yang selalu mendukungku..
and life always beautiful as me hua hua..

July 2nd, 2008

fans gila

Posted by joeyleung64 in psycho

Sehari setidaknya ada beberapa telpon yang takterjawab di handphone-q. Kubiarkan berdering karena nomornya tidak kukenal. Bukannya sombong tapi memang sudah tidak nyaman lagi dengan pertemanan yang tidak perlu. Dalam kamusku dulu aku memang mudah menerima siapa saja yang mau menjalin pertemanan denganku. Apalagi dalam psikologi, kalau kita bertemu dengan seseorang sikap empati itu harus dilakukan. Apalagi orang yang nyata-nyata meminta bantuan ke aku, aku akan dengan sukarela membantunya.

Kusebut dia fans gila. Fans gila itu julukan yang diberikan temenku pada seseorang yang pernah ngacak-ngacak kebiasaanku dan memutuskan komunikasiku dengan dunia luar.

Dia perempuan, bukan lelaki. Dia kakak angkatanku di psikologi.

Awalnya, karena aku tertarik dengan dunia jurnalistik dan dia ada diantara mereka yang aktif di jurnal sosial orkem di kampus yang aku tidak mengikutinya, karena idealisme kita beda dan aku lebih menyukai dunia penelitian dan bergabung dengan orkem yang lain, tapi karena dia di BEM maka aku sering ketemu dengannya.

Dia memberitahuku kalau dia sakit kanker darah stadium terakhir, lalu berwasiat memintaku untuk menggantikannya mengasuh adik-adik di daerah TPA Sukolilo untuk dibina. Terang saja nilai sosial yang dipunyainya membuatku respek terhadapnya. Aku mau bantu.

Dan aku mulai masuk ke dalam jebakannya, jebakan seorang fans gila. Sebenarnya yang kutahu dari diriku, aku selalu menjaga semua yang kulakukan benar-benar terkontrol tapi entah darimana datangnya aku begitu saja mau membantunya, bahkan aku dieksploitasi olehnya.

Langkah yang dilakukannya adalah ngekos di tempat kosku. Karena aku memasak jadinya aku berbagi sama dia, karena lihat dia kesakitankemudian aku bantu nyuciin bajunya. Saat aku pulang ke rumah, dia selalu ikut. Berteman dan bertemu dengan siapa dia selalu tahu. Yang semula aku masih bisa jalan-jalan, semisal minggu ini dengan si A dan hari lain dengan si B atau kalau lagi sendirian di kos aku kan tidur di kos temanku, maka kali ini aku sudah tidak bisa lagi.

Aku anggap wajar saja karena dia bilang sakit kanker darah, kadang dia terlihat seperti orang kesakitan dengan memegang kepalanya begitu rupa membuatku kasihan dan akhirnya aku batalin janji dengan teman-temanku karena nungguin dia.

Satu persatu temanku menghilang. Duniaku hanya sekitar kampus, magang di biro, kadang ngelesi anak-anak, kos dengan pekerjaan yang menumpuk. Karena dia satu kamar denganku maka tentunya aku sangat tidak suka dengan keadaan kamar yang kotor.

Satu persatu aku bertemu dengan teman-temannya. Dia mewanti-wantiku untuk tidka bilang sama teman-temannya tentang sakitnya karena tidak ingin dikasihani. Tapi perilakunya sudah bikin aku sesak.

Dia sering pinjam dan meminta sms dariku, ternyata : dia sering telpon dan sms ke teman-temanku yang membuat teman-temanku bete dan kesel padaku. Finally, aku ke psikiater karena kebingungan dengan kenyataan itu. Di Mei 2007, aku ke dokter Sungkar.. aku tidak berani ke biro tempatku magang, walaupun atasanku adalah para psikolog keluaran UGM tapi aku tidak mau terlihat lemah dihadapan mereka, jadi kupilih ke prakteknya dokter Sungkar.

Aku tidak punya kebebasan untuk sekedar dekat dan bincang-bincang dengan keluargaku (makanya sekarang aku klo libur walopun sebentar pasti akan pulang karena aku pernah rasain gak enaknya tidak punya kebebasan). Teman dekatku menikah gara-gara ditelpon oleh dia (ngaku sebagai aku) klo aku menikah di akhir tahun 2006, dan begitu mudahnya mereka percaya alau yang telpon dan sms itu aku.

Sepi dan sendiri, kadang ketemu si A lalu gak disapa, ketemu si B tiba-tiba buru-buru pergi, sepertinya aku membawa penyakit kutukan saja yang harus dihindari dan dijauhi. Karena tak mengerti mencari jalan keluarnya. Kuhubungi kakakq yang lagi ngejar doktoralnya di Amerika, aku memintanya mencarikan kerjaan sebagai nanny dengan upah yaitu aku disekolahkan bahasa inggris di sana. Akhirnya dapet, keluarga amerika muslim mam Sarah yang bersuamikan orang korea muslim. Anaknya 6 dan syaratnya aku juga berkerudung serta membantunya di sekolahan muslim yang dia dirikan bersama dengan keluarga muslim lainnya.

Dan setelahnya masih banyak teman-temanku yang diteror oleh dia, jadi kuputuskan untuk pindah kost di kost yang lebih elit di desember karena aku sudah terlalu lelah dan capek dengan bualan dan kebohongan-kebohongannya. Akhire aku bisa kembali ke peredaran setelah hilang beberapa saat. Dan teman-temanku membantuku untuk menjauhkanku dari jangkauan fans gila itu. Dan teman-teman di awal kuliah kembali lagi dekat dengaku… akupun menikmati dunia baruku setelah lulus kuliah ini dengan damai.

Walaupun kadang ke bioskop sendiri, karena nunggu jadwal nonton dengan teman-temanku sangat sibuk, aku bisa mengatakan bahwa sedetik itu lebih berharga di saat jiwa kita merdeka.. aku menikmatinya karena aku pernah merasakan gimana tersiksanya jiwa terpenjara dan dikungkung oleh kata posesif yang tidak pada tempatnya.

Mungkin bisa kukatakan hidupku lebih terselamatkan dari perburuan fans gila itu karena ada teman2 yang mendukungku, tak ingin kehilanganku lagi dari orbit mereka, juga karena ikatan pertemanan yang lalu telah mendewasakan kami untuk lebih saling menjaga dari perusakan jiwa manusia yang sakit seperti yang dimiliki fans gila itu. Mengapa juga harus aku Bo sengsara bertemankan orang gila?!

Mungkin biar bisa difilmkan kata temanku. Ha ha ha…

July 2nd, 2008

Fans turn into friend

Posted by joeyleung64 in friendship

Kagum sama seseorang?

Aku mudah kagum dengan potensi orang-orang yang kutemui. Kadang sempat menjadi pengagum rahasia mereka.

Paling nggak, aku tahu kerjaan besarnya saat itu, dan cukup! Tak begitu penting bagiku mengetahui makanan kesukaannya dsb, apalagi menyangkut hal-hal yang sifatnya pribadi (masalah lo ya urusan elo.. masalah gue urusan gue..) apalagi sampai mengacak-acak kebiasaan mereka dengan kedatangan kita (klo mpe ngacak-ngacak kebiasaan kita namanya fans gila!)

Pernah aku melihat di sorot mata lelaki yang kukagumi itu, sorotannya seperti anak panah melesat langsung ke jantungku, deg..! Ampun Tuhan.. teh tawar panas yang ada di cangkir yang kupegang sampai gak kuminum karena tertegun sesaat.

“ada apa?” tegurnya

“O.. gpp” jawabku kemudian tersadar dari bius sorot mata itu.

Wekekek dalam hati aku ngakak, gimana nggak? Kok bisa aku terpana oleh makhluk aneh yang gokil, kadang-kadang pikirannya sesuatu yang belum terpikirkan olehku. Canggih tuh otaknya!

Pada prinsipnya, rasa menjadi fans-nya pun semakin realistis bahwa kadang kita terjebak oleh penilain yang individualis dan jauh dari realita. Dan menjadi friend itu lebih enak karena kita tak perlu menggunakan topeng/ defend mechanism(:psi) dengan apa yang kita lakukan, menjadi teman lebih ringan untukku bicara tanpa harus banyak pertimbangan akan dinilai seperti apa dan menjadi teman membuatku menjadi bagian dari hidupnya.

Dulu kupikir menjadi bagian hidup seseorang adalah saat kita menjadi fans terbaiknya, tapi menjadi teman or just friend yang menyenangkan ataupun menjengkelkan adalah spesial juga! So my feeling as his fans turning to friend.

July 1st, 2008

3 Juni Telat Ngantor..

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Harga BBM sudah naik, 30 persen katanya…

Di kantor, pada telat masuk, untuk ke tempat kerja naik becak yang biasanya 5 ribu sekarang dah naik dua kali lipat dan semua lyn tak ada yang beroperasi karena belum ada persetujuan kenaikan ongkos angkutan umum. Naik ojek yang biasanya 15 ribu menjadi 25 ribu.. waduh kok mahal amat ya?

Aku masih gak habis pikir dengan menteri perdagangan yang diwawancarai oleh Rizal Malarangeng di salah satu acara save our nation tv swasta, dia malah mencontohkan perbincangannya dengan anaknya yang usia 14 tahun, walah… Bu.. mbok ya yang lebih intelek dan merakyat, sudah tahu masyarakat miskin Indonesia banyak yang berkabung dan semakin menderita karena kenaikan BBM, ngobrolnya gak mutu banget, trus sumbangsih terhadap penyelamatan bangsa apa? Hakikat bangsa yang berisi kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarahnya dan berpemerintahan sendiri, sudah seharusnya penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi membuat kebijakan yang bijaksana.

Merasakan kepedihan masyarakat saja tidak cukup Bu! Ya.. aku sih tidak tahu benar langkah baik apa yang dilakukan presiden beserta pembantunya biar semuanya baik-baik saja, tapi baik menurut presiden dan pembantunya belum tentu dalam kenyataan membawa kebaikan bagi rakyat miskin. Buktinya..keluhan demi keluhan sering kudengar dari para teman penumpang angkutan umum (mungkin karena aku pengguna setia angkot jadi ya suara-suara mereka yang sering mampir ke telingaku).

Apakah kebijakan itu dibuat tanpa riset dulu ya? Tapi apa ya senekad itu mempermainkan hajat hidup orang banyak dan tujuan bersama agar masyarakat sejahtera mana? Mana Bos? Tak bisakah standard hidup kalian sama dengan rakyat kebanyakan? Tapi, dimana-mana sekarang anggota legislatif, yudikatif maupun eksekutif telah menjadi pengusaha-pengusaha yang mendapatkan laba yang demikian besar dari penjualan intelektual mereka.. ha ha…

July 1st, 2008

perempuan

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

perempuan datang atas nama cinta

bunda pergi karna cinta

digenangi air racun jingga dalam wajahmu

seperti bulan lelap tidur di hatimu

yang berdinding kelam dan kedinginan

ada apa dengannya

meninggalkan hati untuk dicaci

lalu skali ini aku lihat

karya surga dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta

tapi aku pasti akan kembali

dalam satu purnama

untuk mempertanyakan kembali cintanya

bukan untuknya

bukan untuk siapa

tapi untukku

karna aku ingin kamu

itu saja

(ini lagi nostalgia dgn film aadc)

Baru sekarang aku bersyukur dan bisa menikmati peranku sebagai perempuan. Dulu, dengan terlahir sebagai perempuan bagiku sangat menyiksa. Sebut saja alasan pertama pakai kerudung di sma karena aku tidak ingin dilecehkan lagi oleh para cowok yang tidak kukenal di sepanjang perjalananku bersepeda. Di saat sd dan smp aku merasa sangat tersiksa dan ketakutan untuk bilang pada ibuku bahwa di setiap aku bersepeda ke sekolah, ke tempat ngaji atau ke toko desa sebelah di tengah perjalanan aku sering mendapatkan pelecehan dari para cowok-cowok.

Aku tak mengerti kalau itu bentuk pelecehan karena mentowel beberapa bagian tubuhku lalu berhambur pergi serta mengatakan hal-hal yang tidak senonoh adalah bentuk tindakan yang tidak menyenangkan. Aku bingung, apa ada yang salah dengan diriku, apa karena aku perempuan?

Mengapa banyak cowok yang melakukan itu padaku? Apanya yang salah? Perasaan marah dan jengkel pun tambah berkecamuk. Apaan sih! Towal-towel seenaknya. Kadang dengan santainya mereka berada di boncengan sepedaku dan lalu mentowelku.  ‘just shit with them!’ nangis aku! Tak tahu harus bagaimana.

Akhirnya kubawa jarum pentul selalu di tas sekolahku jaga-jaga bila mereka mendekat akan aku tusuk dengan jarum itu. Tapi lagi-lagi aku selalu terlambat mengeluarkan jarumku dari tas, keburu serangan tiba-tiba dari mereka.

Tak terhitung berapa kali aku merasa tersiksa dengan kebiasaan para cowok tetangga desaku itu, akhire aku ikutan martial art ‘pencak silat’ ha ha, biar aku bisa tarung dengan mereka. Kenapa selalu aku yang dihadang di tengah jalan, bukan yang lain? Memang jalan menuju rumahku harus melewati kebun tebu dan sungai, dan aku sering pulang sendirian karena gak ada yang sedesa denganku.

Perempuan, seandainya ibuku lebih banyak berbicara denganku dan menjelaskan apa yang tidak kuketahui mungkin aku bisa bersikap dengan baik terhadap mereka yang bagiku waktu itu mereka sebagai cowok brengsek yang terus mengganggu.

Yang aku sadari sekarang adalah memang perempuan dilahirkan sebagai makhluk yang cantik, bahkan sangat cantik. Banyak keistimewaan yang dia punya bahkan bila perempuan sudah bisa mengedepankan logika maka eksistensinya akan diakui dalam peran apapun yang diembannya.

Yup, aku baru menyadari dan sudah seharusnya mensyukuri, dilahirkan sebagai perempuan yang menarik. Pandai jaga diri saja karena menarik itu udah lekat dengan perempuan, jadi masih kecil saja sudah menarik teman kecil lawan jenisnya apalagi saat bertambah usia dan dengan bentuk tubuh yang tumbuh menjadi perempuan dewasa, tambah menarik lagi.

Perempuan, dari bentuknya saja sudah buat orang tertarik, palagi dari segi lainnya, pemikirannya, suaranya, perilakunya, sifatnya, karakternya, yup…

July 1st, 2008

puisi tentang kesendirian

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku

Kulari ke pantai kemudian teriakku

Sepi sepi dan sendiri aku benci

Aku ingin bingar

Aku mau di pasar

Bosan aku dengan penat

Dan enyah saja kau pekat

Seperti berjelaga bila kusendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai

Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang

Di tembok keraton putih

Kenapa tak goyangkan saja loncengnya

Biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan

Belok ke pantai

(masih inget puisi di film AADC?)

“Jujur, tak ada perasaan istimewa di hatiku yang ada adalah simpati karena perjuanganmu dalam hidup. Kamu adalah wanita yang paling tegar yang pernah kutemui…aku yakin kamu akan sukses dan bisa diandalkan untuk negeri ini! Kamu punya jiwa sosial yang tinggi, cantik, kerjaan mapan, pandai dan wanita sempurna. Hatiku telah tertambat pada yang lain, walaupun sebenarnya gadis itu belum punya ikatan apapun denganku. Tapi aku mau ke Jogja melamarnya untuk kujadikan istriku” penolakan yang keluar dari mulut kekasih pujaannya.

“Atau memang benar pernikahan itu milik orang lain bukan untukku?” ucap seorang teman diujung usianya yang ke sekian. Dia mahasiswa angkatan 88. kami bertemu karena urusan riset proyek filmku. Yeah.. hembusan nafas panjang itu sengaja kuhempaskan karena aku memahami gimana sepinya dunia yang ia jalani sekarang ini. Aku sering menghabiskan waktu berjam-jam mendengarkan keluhan permasalahan romance dari teman-temanku, ya gitu deh gratis konselingnya ha ha…kadang traktiran karena curhatnya di cafe, atau warung lesehan di seputaran surabaya…

Untuk urusan romance, aku bukan ahlinya… di psikologi pernah ada bab tersendiri tentang cinta, tapi sungguh aku gak paham dengannya. Yang kupahami sikap yang harus dimiliki seorang perempuan adalah wajar saja, jangan terlalu ge-er, berpikir yang realistis dan tidak maksa-maksain kehendak, cukup!

Dan aku percaya dengan suggestion. Maka sering ada yang bertanya tentang sebuah permasalahan tentang  itu dan jawabku “coba disugesti saja” ya… kata dosenku visualisasi adalah kegiatan berpikir yang paling tinggi, karena seluruh bagian otak bekerja seperti hal yang divisualisasikan telah menjadi kenyataan. Apa hal itu jatuhnya termasuk angan-angan, ya… (untuk urusan itu aku bukan ahlinya juga). Hanya saja, kita kan boleh berusaha saja. Jika orangnya baik dan all certain criterion ada padanya, bolehkan mensugestinya jadi teman hidup dan bagi yang punya aliran tidak berpacaran sebelum menikah menurutku syah-syah saja melakukan sugesti. Toh orang itu pantas untuk diperjuangkan.

“Tapi setelah ditolak oleh dia aku jadi malas untuk mulai menyukai seseorang! Takut bertepuk dengan tembok” sebuah pernyataan putus asa dari seorang perempuan lajang setengah baya yang eksis di kerjaannya. (ha..ha gak sendirian sist, aku juga pernah berteman dan berkomunikasi dengan orang yang karakternya kaya tembok, kaya bicara dengan tembok)

Apa ya yang bisa kuucapkan lagi selain ya jadi pendengar saja. Dia sangat pandai, teman-temannya banyak, lalu apalagi? Mungkin dia harus merevisi standar kriteria untuk pasangannya, ya yang fleksibel saja yang penting menjadi asyik dengan menjalin hubungan dengan para lelaki itu.

“dengan asyik saja.. dan semua mengasyikkan, tapi yang kubutuhkan adalah dilamar”jawab perempuan itu

He.. akupun nyengir. Kalau dilacak menurut Maslow dengan hierarki needs-nya, dia sudah mencapai kebutuhan puncak need of actualization tapi based need-nya masih belum terpuaskan sehingga ada ketidakseimbangan dalam hidupnya. Tapi kembali ke kata-kata yang kadang dianggap basi oleh orang-orang yang lagi suntuk menuju putus asa yaitu grateful—kesyukuran. Bahwa dengan melajang tentunya banyak kegiatan sosial yang telah dia lakukan yang tidak bisa dikerjakan dengan leluasa saat dia telah married.

Karena point of fiew-ku dengannya hampir sama memandang kemanfaatan hidup dengan kacamata sosial maka kalimat itu kuajukan padanya. Dan sesaat yang lalu ia pun kembali menikmati hidupnya dan pertemanannya, sugesti saja keinginanmu.. visualisasikan dan Tuhan pun pasti akan menjawabnya…

July 1st, 2008

wedding party

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Sebuah pernikahan sudah selayaknya dirayakan dengan sebuah pesta. Walaupun pestanya tidak besar sederhana saja, asalkan ada… pernikahan kan kalau bisa sekali seumur hidup, bagaimana mungkin peristiwa sepenting itu kita nggak merayakannya… Wedding party, perlukah?

Banyak teman-temanku, baik dari kalangan teman sedesa, teman sekos maupun teman sekampus yang mengadakan pernikahan tanpa ketinggalan pestanya juga. Malahan, persiapan untuk pesta lebih memusingkan sehingga persiapan mental dan pengetahuan tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga itu sendiri kurang mendapat perhatian.

Persiapan pernikahan cukup menyita perhatian; seperti pemesanan undangan; tema pernikahan: in door atau out door, mau dalam gedung, pesta kebun, pantai,  tema cinema, tema luar angkasa, tema ICT dsb…; pemilihan baju; pemesanan tempat; memilih mahar atau mas kawin serta milih cincin buat penikahannya, atau kalau nggak ingin pusing ya memakai jasa event organizer, yang semuanya memerlukan budget yang cukup besar. Persiapan pesta mewah tersebut tidak hanya dilakukan oleh para empunya uang, bagi mereka yang kondisi ekonominya minim juga melakukan hal yang sama dengan pesta yang lebih sederhana.

Sebuah pesta pernikahan bagi sebagian orang merupakan kewajiban yang harus dilakukan jika mereka ingin menikah. Sebut saja Cecil teman sekampusku yang melangsungkan pernikahannya dengan sebuah pesta digedung nuansa jawa dengan iringan gamelan dan dandanan yang serba Jawa. Busana yang dipakai antara keluarga mempelai perempuan dan laki-laki seragam bahkan untuk kebaya atasannya saja dipatok seharga 750.000, belum lagi para pagar ayu dan pagar bagus dengan baju yang juga seragam pesan sendiri ke penjahit, mereka tidak menyewa. Harga undangan dan souvenir yang juga memerlukan uang, kemudian catering juga yang tidak memakan biaya sedikit.

Di usia yang masih belia melangsungkan pernikahan semewah itu karena memang keluarganya mampu menyiapkan pesta tersebut. Setahun kemudian setelah kelahiran anaknya, perceraian terjadi…ikatan pernikahan dua manusia akhirnya terputus, menyisakan masalah yang takterselesaikan.

Syah-syah saja mengadakan pesta pernikahan akan tetapi jangan pernah terjebak pada pemikiran bahwa pernikahan selalu dibarengi oleh sebuah pesta. Karena sejatinya pernikahan merupakan penyatuan dua insan manusia yang mempunyai karakter dan latar belakang berbeda, perasaan cinta dan kasih sayang akan teruji di setiap hari saat menghadapi perbedaan yang dihadapi dengan saling menyadari dan menghormati. Jadi pernikahan yang sebenarnya adalah setelah hari dimana pernikahan itu sendiri berlangsung. (an)

July 1st, 2008

Perempuan di dekatku

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Perempuan di dekatku

My genk

Genk pipi tembem yang tak sengaja terbentuk membuatku tersadar, bahwa sebenarnya aku dikelilingi oleh perempuan-perempuan tangguh dan hebat. Mereka professional di bidangnya… berawal dari kontrakan yang sama di awal kuliah dan memang aku yang paling terakhir masuk menjadi bagian dari mereka.. diperjalanannya aku sempat menghilang dari peredaran mereka karena jeratan megalomanic psikotik kelas tinggi, setelahnya kalian masih menantikan kebersamaan bersama..

Gimana, EO Sekar yang pernah terbentuk hanya mampu melakukan satu proyek aja… karena memang anggota genk kita terlalu pandai ..sist Kupitos dapat promosi dari kantornya dan dikirim ke S’pore , padahal yang desain segala macemnya, mulai dari tiket masuk, iklan dan sampul proposal adalah dia, lalu sist Vivi yang sibuk dengan kaiko galerinya dan kerjaannya jadi pegawai negeri. Sist wido.. setelah gajinya naik menjadi tujuh juta perbulan, dia semakin gila dengan kegiatan sosialnya bersama adik asuh… sist insani ha..ha.. sibuk ikut pengajian sana-sini, dikirim ke luar pulau karena jadi tangan kanan managernya.. terakhir Debby, dokter pribadiku..setelah setiap bertemu dengerin ikutan tes pns sana dan sini akhire jadi dosen kedokteran di unair ditambah praktek nun jauh di Spanjang sedang domisili di nginden hua..hua..cpns gak digaji…sedang aku kebagian membantu kesibukan mereka, kujagain kaiko galeri punya sister vivi dan kadang ke adik asuh  yang diurusi sist wido..

Setelah aku nyangkut di film docu… ha ha.. eksistensiku terbentuk…mulai .. baru dimulai… (8 juni ’08)