Harga BBM sudah naik, 30 persen katanya…
Di kantor, pada telat masuk, untuk ke tempat kerja naik becak yang biasanya 5 ribu sekarang dah naik dua kali lipat dan semua lyn tak ada yang beroperasi karena belum ada persetujuan kenaikan ongkos angkutan umum. Naik ojek yang biasanya 15 ribu menjadi 25 ribu.. waduh kok mahal amat ya?
Aku masih gak habis pikir dengan menteri perdagangan yang diwawancarai oleh Rizal Malarangeng di salah satu acara save our nation tv swasta, dia malah mencontohkan perbincangannya dengan anaknya yang usia 14 tahun, walah… Bu.. mbok ya yang lebih intelek dan merakyat, sudah tahu masyarakat miskin Indonesia banyak yang berkabung dan semakin menderita karena kenaikan BBM, ngobrolnya gak mutu banget, trus sumbangsih terhadap penyelamatan bangsa apa? Hakikat bangsa yang berisi kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarahnya dan berpemerintahan sendiri, sudah seharusnya penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi membuat kebijakan yang bijaksana.
Merasakan kepedihan masyarakat saja tidak cukup Bu! Ya.. aku sih tidak tahu benar langkah baik apa yang dilakukan presiden beserta pembantunya biar semuanya baik-baik saja, tapi baik menurut presiden dan pembantunya belum tentu dalam kenyataan membawa kebaikan bagi rakyat miskin. Buktinya..keluhan demi keluhan sering kudengar dari para teman penumpang angkutan umum (mungkin karena aku pengguna setia angkot jadi ya suara-suara mereka yang sering mampir ke telingaku).
Apakah kebijakan itu dibuat tanpa riset dulu ya? Tapi apa ya senekad itu mempermainkan hajat hidup orang banyak dan tujuan bersama agar masyarakat sejahtera mana? Mana Bos? Tak bisakah standard hidup kalian sama dengan rakyat kebanyakan? Tapi, dimana-mana sekarang anggota legislatif, yudikatif maupun eksekutif telah menjadi pengusaha-pengusaha yang mendapatkan laba yang demikian besar dari penjualan intelektual mereka.. ha ha…