Kagum sama seseorang?
Aku mudah kagum dengan potensi orang-orang yang kutemui. Kadang sempat menjadi pengagum rahasia mereka.
Paling nggak, aku tahu kerjaan besarnya saat itu, dan cukup! Tak begitu penting bagiku mengetahui makanan kesukaannya dsb, apalagi menyangkut hal-hal yang sifatnya pribadi (masalah lo ya urusan elo.. masalah gue urusan gue..) apalagi sampai mengacak-acak kebiasaan mereka dengan kedatangan kita (klo mpe ngacak-ngacak kebiasaan kita namanya fans gila!)
Pernah aku melihat di sorot mata lelaki yang kukagumi itu, sorotannya seperti anak panah melesat langsung ke jantungku, deg..! Ampun Tuhan.. teh tawar panas yang ada di cangkir yang kupegang sampai gak kuminum karena tertegun sesaat.
“ada apa?” tegurnya
“O.. gpp” jawabku kemudian tersadar dari bius sorot mata itu.
Wekekek dalam hati aku ngakak, gimana nggak? Kok bisa aku terpana oleh makhluk aneh yang gokil, kadang-kadang pikirannya sesuatu yang belum terpikirkan olehku. Canggih tuh otaknya!
Pada prinsipnya, rasa menjadi fans-nya pun semakin realistis bahwa kadang kita terjebak oleh penilain yang individualis dan jauh dari realita. Dan menjadi friend itu lebih enak karena kita tak perlu menggunakan topeng/ defend mechanism(:psi) dengan apa yang kita lakukan, menjadi teman lebih ringan untukku bicara tanpa harus banyak pertimbangan akan dinilai seperti apa dan menjadi teman membuatku menjadi bagian dari hidupnya.
Dulu kupikir menjadi bagian hidup seseorang adalah saat kita menjadi fans terbaiknya, tapi menjadi teman or just friend yang menyenangkan ataupun menjengkelkan adalah spesial juga! So my feeling as his fans turning to friend.