Sebuah pernikahan sudah selayaknya dirayakan dengan sebuah pesta. Walaupun pestanya tidak besar sederhana saja, asalkan ada… pernikahan kan kalau bisa sekali seumur hidup, bagaimana mungkin peristiwa sepenting itu kita nggak merayakannya… Wedding party, perlukah?
Banyak teman-temanku, baik dari kalangan teman sedesa, teman sekos maupun teman sekampus yang mengadakan pernikahan tanpa ketinggalan pestanya juga. Malahan, persiapan untuk pesta lebih memusingkan sehingga persiapan mental dan pengetahuan tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga itu sendiri kurang mendapat perhatian.
Persiapan pernikahan cukup menyita perhatian; seperti pemesanan undangan; tema pernikahan: in door atau out door, mau dalam gedung, pesta kebun, pantai, tema cinema, tema luar angkasa, tema ICT dsb…; pemilihan baju; pemesanan tempat; memilih mahar atau mas kawin serta milih cincin buat penikahannya, atau kalau nggak ingin pusing ya memakai jasa event organizer, yang semuanya memerlukan budget yang cukup besar. Persiapan pesta mewah tersebut tidak hanya dilakukan oleh para empunya uang, bagi mereka yang kondisi ekonominya minim juga melakukan hal yang sama dengan pesta yang lebih sederhana.
Sebuah pesta pernikahan bagi sebagian orang merupakan kewajiban yang harus dilakukan jika mereka ingin menikah. Sebut saja Cecil teman sekampusku yang melangsungkan pernikahannya dengan sebuah pesta digedung nuansa jawa dengan iringan gamelan dan dandanan yang serba Jawa. Busana yang dipakai antara keluarga mempelai perempuan dan laki-laki seragam bahkan untuk kebaya atasannya saja dipatok seharga 750.000, belum lagi para pagar ayu dan pagar bagus dengan baju yang juga seragam pesan sendiri ke penjahit, mereka tidak menyewa. Harga undangan dan souvenir yang juga memerlukan uang, kemudian catering juga yang tidak memakan biaya sedikit.
Di usia yang masih belia melangsungkan pernikahan semewah itu karena memang keluarganya mampu menyiapkan pesta tersebut. Setahun kemudian setelah kelahiran anaknya, perceraian terjadi…ikatan pernikahan dua manusia akhirnya terputus, menyisakan masalah yang takterselesaikan.
Syah-syah saja mengadakan pesta pernikahan akan tetapi jangan pernah terjebak pada pemikiran bahwa pernikahan selalu dibarengi oleh sebuah pesta. Karena sejatinya pernikahan merupakan penyatuan dua insan manusia yang mempunyai karakter dan latar belakang berbeda, perasaan cinta dan kasih sayang akan teruji di setiap hari saat menghadapi perbedaan yang dihadapi dengan saling menyadari dan menghormati. Jadi pernikahan yang sebenarnya adalah setelah hari dimana pernikahan itu sendiri berlangsung. (an)