Bicara
Bicara dengan diri:
Loe pernah tahu, gimana rasanya hidup tapi tak memiliki hatimu sendiri, tak memiliki rasa, sakit baik badan maupun hati tak lagi berasa, mati, hanya patung hidup. Hidup tapi tak merasakan adanya aliran darah, oksigen yang beredar? Semuanya hambar, apa itu hari ini yang katanya sebuah hadiah? apa itu besok yang katanya misteri, yang ada adalah kemarin dan sekarang atau besok adalah pengulangan waktu yang sama, tanpa ada kuasa untuk memilih harus bicara apa dan mampu berbuat apa?
Sudah, keingininan untuk berhenti itu sudah lama ada di otakku. Berhenti saja, toh tak ada perbaikan yang bisa kulakukan, untukku saja aku tak mampu apalagi untuk keluarga bahkan negara atau bangsa. Adalah cita-cita tanpa dimaknai saat harus bilang ingin berguna bagi nusa dan bangsa. Sedang untuk mendefinisikan siapa aku saja aku masih belum mampu. Atau memang tak perlu, lalui saja tanpa memaknai sudah ada di titik mana aku berada?
Bicara dengan kawan:
Ya, aku tak sebaik dia, aku tak seanggun bintang di matamu dan aku tak seindah pendar warna kembang api di tahun baru, kalau kamu tahu : saat kamu bilang aku adalah something bagi negeriku, bagaimana kalau kubilang you are everything di hidupku, tapi itu tak mengubah apapun yang pernah ada. Kamu diam dan menyangka semua hanya kebetulan. Stiap ucapanmu membawa inspirasi di hidupku dan aku tak menafikkannya, tapi kamu gak percaya dan gak mau menerima, entah dengan alasan apa : aku tak pernah tahu…
Setahuku aku udah mohon pada pemilikmu, Tuhanku dan Tuhanmu juga agar bisa dekat denganmu, tapi tak ada jawaban. Ingin sekali saja bersama dan puas memandangmu, tenang saja aku tak akan menyentuhmu, memandangmu cukup bagiku, tak perlu bicara jika kata-kata tak mampu lagi untuk kuucap, karena yang kubutuhkan hanya melihatmu, tapi apakah itu cukup?
Bicara dengan batu:
sepertinya iya, karena aku masih belajar untuk tak jadi patung hidup lagi, kuisi hati-hati yang telah kerontang oleh musim kering yang meninggalkan retakan di hatiku yang mengering, mungkin hatiku tak lagi dialiri darah, iya aku pernah bertanya : hatiku sebenarnya sudah busuk alias tak sehat karena aku tak mampu menyentuhnya dan membuatnya lembut kembali, karena hatiku yang berbelatung telah menyakiti banyak orang, sejak kapan?
Sejak gw lahir kali ye…karena kelahiran gw bukanlah kebahagiaan bagi ibu, aku sumber malapetaka dimanapun gw berada. Lihat saja, seluruh catatan-ku penuh dengan curhatan kekesalan ingin mengakhiri hidupku sendiri, tapi tak pernah tahu harus dengan cara apa?
Bicara dengan diri gw sendiri :
Ternyata gw belum ikhlas dengan hidup gw, gw belum ikhlas dengan setiap pukulan, cubitan, tamparan yang pernah gw terima, gw belum ikhlas merasa dibuang dan tak berharga, gw belum ikhlas dengan cacian, makian yang tak seharusnya gw terima, gw belum ikhlas karena gw g pernah bisa memilih? Gw belum ikhlas krn sekarang mereka menjadi baik! Gw belum ikhlas menjadi mayat hidup, 25 tahun! Gw belum ikhlas God, just Sh*t! I hate this life, dunno still wanna crying alone, wanna run away, wanna hit myself again as they did to me long ago. Rasa belum ikhlas itu kadang hadir di saat gw g bisa lagi menatap hari ini sebagai hadiah dari Tuhan, melainkan pengulangan hari-hari yang lalu.
Bicara dengan yang bisa mendengar suara hati :
seperti hari ini kah? ah, loe belum bisa berdamai lagi ya… apa sih tadi pencetusnya?
1. keluarga dah ada jalan keluarnya kan?
2. hubungan dengan teman baik kan?
3. Tak lagi menyakiti hati orang lain kan?
4. masih bisa survive kan?
5. kamu sehat kan?
6. masih bisa berbagi dengan anak-anakmu kan?
7. travelingmu masih jalan kan, tuh bulan depan tgl 10 juni?
8. kuliah adikmu laancar kan keuangannya?
9. kerjaanmu membuatmu betah dan enjoy kan?
10. teman kerjamu baik-baik kan?
11. kamu masih bisa nulis kan?
12. kamu masih menjadi hambaNya yang patuh kan apapun yang terjadi?
13. adakah loe kesulitan makan untuk hari ini, kesulitan uang buat hidup sekalipun, gw tahu tetesan darah yang memalukanmu itu bukan salahmu, tapi karena loe gak tahu kalau loe masih hidup, bahkan loe gak ngerti maksudnya. loe jadiingat pernah mengalami hal itu? Oh God, please save my soul. Teach me to do the right thing…because I am just nothing without you…
please katakan alhamdulillah, hanya karena chatting yang mengingatkanmu pada masa kecilmu lalu menghapus kebaikan2 orang-orang yang kini baik padamu, sesak itu karena kamu belum mengikhlaskannya. Sudah sepantasnya Tuhan menyayangi setiap hambanya, mana sih keinginanmu yang tak di dengarnya? bersama dia? dia yang kau puja itu? ah, belum berakhir sayang kisah itu…
just be patient
almost going home, always praying for the better life.
17.52 pm