<

Akhirnya, malas untuk gabung dengan partai manapun. Dulu pas kuliah aku pernah ikut pengkaderan, tapi sekarang tak ada yang aku ikutin lagi! 

di suatu pagi adikku menelponku, sedang hari itu lagi libur kantor, aku yang semalam begadang lantas malas bangun pagi, menjawab telponnya dengan suara yang masih serak. adikku menanyakan apakah aku masih mengikuti pengkaderan partai X…

malas sebenarnya jawab, masih terlalu pagi dan masih ngantuk, kujawab saja : memangnya ada apa?

karena aku sekarang di jakarta, menurutnya lebih tahu kondisi politik di ibu kota. aku dah gak ikut pengkaderan, karena aku memilih untuk tidak. aku sedang kesal dengan sikap mereka. atasan partai yang dulu kubanggakan berkoalisi dengan mantan presiden yang menurutku penjahat kemanusiaan. Malas!!!!!!!!!!!!!!!

tak bisa dipilih lagi, aku hanya loyal dengan pemikiranku dan aku masih sangat ingin patuh pada Tuhan, aku tidak loyal dengan siapapun di dunia ini hingga membuatku menyetujuinya, apalagi sekedar partai. Tapi pemikiran orang kan dinamis, dan aku sempat mencoba menelaah lagi. mereka mencoba untuk memberikan awards pada beberapa tokoh perempuan yang pada dasarnya, yang kutahu mereka pada awalnya tidak selaras dengan prinsip-prinsip mereka, inilah yang membuatku argghhhh semakin malas untuk melanjutkan menjadi bagian dari mereka. so i am free…legakah? tidak juga…

aku jadi ingin mempelajari yang Jerosky pelajari, aku jadi kangen dia lagi…kangen disidang olehnya karena tulisanku ngaco hahaha, ah ada dimana ya dia, secara nomernya dah kuhapus dan aku gak punya emailnya. klo aku boleh bilang wajahnya mirip ehm michael carleon di god father yg baru2 ini kubeli dvd-nya. sempat sekali karaoke dengannya di ultahnya 1 Feb entah tahun berapa…dia pandai menyimpulkan sesuatu yang kubingungkan tapi sering kumarahi dan kujuluki intelektual salon karena tingkahnya. Tapi aku baru menyadari kalau itu pilihannya, pilihan untuk survive…

jerosky dengan pemikiran sosialisnya, dia sepertinya ikut partai Y tapi entah sekarang partai apa, yg kutahu dia selalu berharap semua mendapat kesempatan yang sama atas akses fasilitas negara, itu nanti bisa bergandengan dengan banyak orang di dunia ini. tapi bisakah kejujuran kalian junjung tinggi serta keadilan bagi seluruh rakyat di negeri ini?

satu lagi, benernya kalau boleh kembali ke waktu dulu, aku gak akan menerbitkan bukuku dengan banyak editan, sehingga aku tampak baik dan tampak tampak lainnya…ada beberapa keterangan yang secara natural aku alami tidak dimasukkan, seperti kebiasaanq karaoke dan jalan bareng teman. Aku tetap A yg itu dan ini hahaha, A yang mencintai anak2 dan ingin mengajar mereka, jika dunia film mampir di hidupku akan kuusahakan dengan media ini aku bisa banyak berbicara…

AE

May 11th, 2009 at 11:15 pm