stick by your friends alias setia kawan…
sekarang gw pilih-pilih, kawan mana yang bisa terus diajak jalan bersama. banyak teman yang menganggapku udah kaya, duitnya banyak karena kerja di PH, akhirnya beberapa mereka menelponku karena lagi butuh banget : ada yang karena bayar uang cuti kuliah karena mau melahirkan, ada yang terlilit hutang om-nya, ada yang teman lama tidak menghubungi eh tiba-tiba bilang sedang butuh uang.
Ya, pastinya gw meminjami mereka gak dalam jumlah banyak kisaran 300 mpe 500 ribu, tapi klo lagi gak ada uang jumlah segitu ya banyak juga. Selalu saja saat gw butuh dan meminta baik-baik untuk mengembalikannya mereka bilang masih belum punya, akhirnya setiap gw meminjami seseorang yang terpikir adalah gw tak memikirkan lagi akan dikembalikan.
Yeah… all about the money, dulu gw pernah dipinjami sepatu oleh teman sebangku gw saat gw melarikan diri dari rumah buru-buru gak bawa peralatan sekolah, dan gw menganggap wajar klo sekarang teman gw yg menikah dengan orang jakarta, walopun mereka telah lama menikah tapi untuk urusan keuangan belum stabil jadi ya biarkan saja…
Rata-rata dari kawanku itu sudah pada menikah. I can understand difficulty being poor… This life is not fair for poor people. Such as nightmare, virus and I really3 hate that…
Banyak ketidakadilan yang akan kau rasakan tatkala berada di wilayah ini. Saat kelas 2 SMA sebelum ketemu kawan-kawan yang baik, dalam artian mereka yang menerima kita apa adanya di saat kita miskin, tak punya uang, aku punya teman sebangku yang kakaknya mau ulang tahun ke 17, sweet seventeen. Kakaknya juga temanku. Setiap hari aku mendengar cerita persiapan dia seperti apa, pesen kue ultahnya dimana, dihias cream warna pink lalu makan bersama dengan lauk sate, urap dan bla bla bla, mau pake baju apa bla bla bla.
Lalu akupun mengumpulkan jatah uang saku dari Bapak, waktu itu aku masih ngekos, dua minggu bisa ngumpulin uang 4 ribu, di jaman itu uang kos sebulan hanya 9 ribu saja. Akhirnya aku bisa beli frame photo warna hijau, lalu aku bungkuslah barang itu sebagai kado yang kusiapkan untuk kakak teman sebangkuku. Finally, sampai hari H aku gak dapat undangan dan tidak diundang, padahal aku telah berusaha, di hari berikutnya waktu aku masuk sekolah lagi aku hanya mendiamkannya, beberapa teman yang diundang cerita tentang meriahnya pesta itu dan banyak yang bertanya mengapa aku gak datang, akhirnya aku tanyakan ke teman sebangkuku : mengapa aku tidak diundang, what’s wrong with me? Alasannya adalah karena pestanya tempatnya jauh di mojokerto yang jauh dari jombang, klo dilacak lebih lanjut karena naik bis menuju rumahnya butuh dana, dan teman sebangkuku tahu aku gak punya banyak uang karena dia tahu aku gak pernah jajan ke kantin. Aduh… yah mau bilang apa lagi, marah karena gak diajak, tapi akhirnya mentalku gak bagus, aku selalu merasa tidak diterima kehadiranku dengan apa adanya diriku.
Kecuali kawan-kawanku genk rohis, sepertinya para borju itu masih terlalu muda untuk tahu bagaimana sulitnya kehidupan sebenarnya jika tanpa dukungan orang tua yang bercukupan.
yup, absolutely right : nothing can destroy spirit but poverty…
kemiskinan itu penyakit ganas yang hampir aku tebas nadinya, aku tusuk jantungnya, tapi dia sangat handal, usahaku masih belum berhasil, karena poverty itu punya kemampuan menjadi hantu yang tak punya bayangan setelah dia mati sekalipun… hantu gentayangan duong….
Hanya ada beberapa orang saja yang setia menjadi kawanku hingga saat ini… Entahlah klo mengingatnya aku tak setegar apapun, rapuh jiwaku karena mengalaminya…
Masihkah Kau sisakan best soulmate in my life God? I am afraid to be allone…