Joey’s identity

July 26th, 2009

Dia ex-gw, katanya…

Posted by joeyleung64 in friendship

“Mbak mo cobain ga, rasanya seperti otak2 padang…”

“Ovy…cobain lah, kan kamu orang padang” lalu gw hanya say thanks…

“Ih gak sopan banget sih, bawa2 makanan ke meja lain… udah diajarin table manner juga gak berubah-berubah. Aduh… balik sana ke meja loe”

“Aku cuma nawarin aja kok…” lalu dia balik ke mejanya.

“What the hell are you saying” itulah kalimat tanya yang gw ucapin di cowok sebelah gw. 

Lalu dia menjawab “biasalah… ya itu tadi ex gw yang tadi gw ceritain, dimana saja kita suka makan.”

“Lain kali jangan memperlakukan perempuan seperti itu! lagian mo dia ngapain bukan urusanmu lagi ”

“Ya… kasar sekali kau, you have no rights, girls more sensitive” teman di depanku pun menyahuti.

“Yah, you should be nice…” sahutku lagi…

Then bla bla bla… ngomongin tentang halalnya makanan orang2 yahudi lah, tempat makanan yang enak tapi murah lah, wine yang biasa mereka minum lah dan la la la lah…

Nothing to say, but… Thanks heaven, I know about the way how the relationship should be going… 

Gw tahu si cew itu mungkin mo pedekate lagi, tapi klo diperlakukan seperti itu ya dibenahin, setidaknya klo kamu mengizinkan orang lain menginjak2mu, ya udah bersiap2 untuk diinjak2 sepanjang waktu bersama. Gak dewasa banget ya bo…

Lover yang seksi menurut gw adalah dia seorang yang peduli dengan kita dengan cara2 yang santun, untuk masalah2 pribadi sebaiknya diomongin dengan sobat dekat saja, jangan dengan orang yang baru sedetik kenal lalu gedubrak gedubruk!!! So weird…

July 26th, 2009

Oh my… Marshi ma kullo, hahaha

Posted by joeyleung64 in daily works

Hm, judul di atas adalah umpatan yang aku peroleh dari film The Three Robbers…

Festivalnya udah selesai, untuk perayaan dilakukan di Portico Senci, ya bar di lantai dua… menu wajibnya wine hahaha, aku hanya mencium baunya saja, Teteh menghampiriku menanyakan aku udah pesan apa… udah jus stroberi yang akhirnya jadi trandsetter hahaha, maksudnya semuanya jadi pesan jus yang sama. 

Strowberry juice dengan hiasan irisan buah stroberi di bibir gelas, membuatku semakin bersemangat menenggak minuman itu lalu memakan buahnya yang asem manis itu… Aku habis tiga gelas, temanku yang sesama subtitler yang seharian gak sempat makan karena kejar2an dengan waktu, menyelesaikan tugas, jadi benar2 gak sempat makan, setelah ada drama sedikit sebelum opening karena aku yang ditugasi bawa proyektor kantor untuk subtitle di Blitz, sedang sampai jam 2pm aku bertugas di 21 PIM…semula kuperhitungkan akan cukup waktunya, ternyata harus nunggu si A, yang ditunggu datang eh si B masih beli es krim walah pake mampir di kantor…

Walhasil dari kantor ke Blitz ngebut… aku sengaja pressure si sopir! 

“Aku sudah telat, seluruh teknisi kita di Blitz tinggal nungguin alat yang gw bawa, klo sekarang gak mau berangkat gw naik taxi!!!”

“Tolong, cepet ya… Oh God, Sh*t!! Please, bisa masuk kanan kan?(maksudnya menyalip mobil yang lain)”

Sementara telpon gw terus berdering dan gw menjawabnya :

“Kamu dimana An*… Semua dah ngumpul tinggal nungguin kamu”

“An* kenapa gak naik taxi saja, ntar diganti kok…”

“Oh where are you now? Oh come on An*, come on… you should going straight from PIM by taxi, You should be here in 15 minutes, could you? Just figure it out by yourself how to make it!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“Tolong lebih cepat, klo enggak they gonna kill me!” gw push lagi lah…

“Mo kill me gimana, kamu jangan nekan sopir terus donk, dia bisa stress, nyawa kita nih taruhannya” dan semuanya pada ngeluh, ah… padahal tadi telat karena nungguin mereka yang belanja2 gak jelas! Nungguin mereka yang harus ke kantor dulu, buka file di komputer kantor lah… Ah…gitulah, klo hirarki gak jelas jadi si A (bag finance) minta gw untuk naik mobil kantor si B minta gw naik taxi, so gw kadang klo bikin proposal budget rada mumet, mana yang diapprove, trus klo gak deal-nya dengan pekerjanya harus lebih bisa njelasin ke mereka lah… Expectasi gw naik mobil kantor karena masih jam 2.30 jadi ada waktu sejam setengah sebelum screening, nunggunya kelamaan lah, next time gw lebih straight lagi lah!

So, solusinya adalah gw menekan sopirnya. I just answer them: that’s my fault, and I try to figure it out, just wait. Sepertinya pressure gw ampuh, jadi mohon maaf untuk penumpang yang lain, kata mereka seperti terbang saja saat ke parkiran mobil di Grand Indonesia yang harus ke lantai 8 untuk sampai di Blitz… Setelah sampe, larilah gw ke Audi 2 lalu langsung membuka bungkus proyektor 3000ansi lumens itu, mengganti proyektor yang telah terpasang.

Saat datang gw langsung bilang sorry Petra (bule, bos gw utk subtitle), gw dah gak merhatiin mimik mukanya, tapi lebih fokus pada memasang peralatan dan testing hasil tembakan ke layarnya… “Right up a little…” ucapku menanyakan persetujuannya.

“Okay… do it…” suaranya sudah normal…

Setelah oke semua, gw ganti posisi judi usher hm… kebagian yang children jury dan finalist film pendek…

“Wow… Tante An* di sini…” ucap chaperone utk children jury saat aku menyilakan mereka.

Gw hanya senyum dan bilang “Iya… silakan duduk di sana…”

Saat film dah selesai dan beberes, Petra yang juga ada di kerumunan teman2 volunteer, suasana lebih mencair, semua muka tersenyum…

“It’s long story Petra… I just push driver to drive faster, and we just like fly in the air…”

“Ya, thanks… If you late just five minutes, I am death!!! You know lah, It’s the first time Kik* saw how subtitling projection’s work, and He already bought the projector for this… If you wanna going to B start from A, just straight A to B, but you going to C, D E first,  don’t do it again ya!”

“Okay… okay…!

July 23rd, 2009

Dream lover

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Kemarin aku lagi liat harry potter. Di luar perkiraanku : filmnya tidak membuatku bilang wow, seperti saat harry potter edisi chamber of secret… apalagi di MPX audionya gak stabil dan pas ganti reel film sempat terlihat angka2 lalu mati sekejap, Oh my… akupun gak terlalu berempati dengan kematian prof dumbledore, juga kisah cinta diantara pemerannya yang remaja itu. moga aja ada kesempatan buat nonton GDD, King dan Inkheart. 

Sebenarnya, gw baru nonton film harry potter dari 1-5 pinjam dvd dari james, lalu karena aku dah tahu jalan ceritanya jadinya pingin liat selanjutnya di bioskop dengan harapan bisa menikmati suasana menonton yang lebih nyaman dan audio yang bagus. Tapi ya sutera-lah 15.000 ditambah ongkos kopaja PP 4000, lumayan murah kan…

Pecinta mimpi? Ya, aku memang pemimpi. Klo aku pikir2 semua yang aku alami sekarang adalah hasil mimpi-mimpiku yang lalu. Mimpi2 yang menghiburku, bahwa ada esok yang lebih baik, hidup dengan kondisi layak dan nyaman. 

Mengapa ya di hidup ini tercipta kelas-kelas sosial, argh…males banget ngomonginnya. baca sana sejarah perjuangan kelas, revolusi perancis lah, olala… yang pasti aku sudah mengusahakan diri untuk tidak terus berada di kelas bawah yg penuh dengan kesulitan, kekurangan dsb… ya dengan sekolah setidaknya mobilisasi ke kelas menengah, walaupun sebenarnya aku tidak menyukai adanya kelas-kelas sosial di dunia ini.

masih ingat ucapan temanku saat di joglo kampus, aku ceritain penolakan anak2 di kampungku saat kuajari komputer dari laptopq yg aku beli dari kerjaku di hk dulu, anak-anak itu gak ada yang mau datang, adikku yang ngajak mereka belajar di rumahku, tapi gak ada yang datang oh… mr j bilangkurang lebih gini : mereka tidak familiar dengan pentingnya pendidikan, dan sebelum kamu membuktikannya mereka pasti gak percaya.

Dan klo aku lihat, lajang perempuan yang paling tua di desaku adalah aku hahaha dengan pekerjaan yang jauh berbeda dengan orang2 di desaku walaupun orang tuaku hampir sama dengan teman2ku lainnya, mulai pendidikan hanya sebatas sekolah dasar, lalu jenis pekerjaan sama2 petani, lalu aku juga pernah jadi TKW seperti teman2ku lainnya…

alasannya mungkin bisa aku jelaskan : yang pertama, karena aku pernah sekolah di lingkungan dengan tradisi pemikiran yang lebih maju jadi aku terbiasa dengan budaya itu, mempertanyakan sesuatu yang membuatku tak enak walaupun aku bukanlah termasuk orang agresif yang main hantam secara frontal, aku lebih suka memikirkan strategi apa dan mendiskusikan dengan orang sekitarku yang kupercaya bisa ngasih masukan.

kedua, aku pernah tinggal dua tahun di luar negara indonesia, ya walaupun jadi migrant worker tapi yang membedakan adalah aku ikut keluarga dengan status ekonomi berkecukupan, berpendidikan tinggi dan ya agnostik lah… walaupun tak beragama tapi mereka cinta kebaikan dan menjunjung tinggi kemanusiaan, bisa dibayangkan bagaimana proses akulturasi itu terjadi padaku.

ketiga, aku kuliah di psikologi dan jalan hidupku menuntunku bertemu dengan beberapa orang yang kena gangguan jiwa, jadi aku lebih banyak prepare dengan segala konsekuensi yang mungkin dihadapi ketika menghadapi sejumlah pilihan-pilihan dalam hidup, ketemu dengan orang ini aku membayangkan hidup dengan si A yang seperti ini, kemungkinan besar nantinya akan seperti ini…

Itulah mungkin mengapa aku jadi seperti sekarang ini, mencintai pendidikan dan menjadi lajang paling tua di kampungku hahaha…

tapi, sekarang yang penting hepi…berangkat dulu lah ya ke layar tancep di pademangan, jaga jadi panitia…mau donk es krim gratis sambil nonton film…

masih memimpikan orang yang terindah membelikanq es krim, wahaha walopun bisa beli sendiri, tapi tetap aja senang klo dibelikan, mengharap mode on…

Oh ya lagi mikir rencana my 27 birthday…6 agustus, ke bali gak ada duit, mo nonton dvd film klasik yg aku beli bareng mb viv di hk kmrn, lom sempat nonton, terus berdoa yang panjang aja deh (rencana2 setahun kedepan, bisa shooting dan berkarya dengan baik…seandainya ada yang kasih kejutan: setidaknya doa yang tak disebutkan, sms dari orang yang terindah…

July 22nd, 2009

Met milad, my little brother

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Hari ini ulang tahun adik gw… pagi-pagi gw telpon dan dia katanya lagi mo berangkat bantu ibu merontok padi di tetangga, ya…ibu emang masih suka kerja di sawah sodara, bantuin nanam padi jadi pas panen dapet jatah…

Kuucapkan beberapa doa perihal kuliahnya dan cita-citanya yang sering dia ceritakan padaku. dia hanya menjawab doanya jangan disebut semua, karena Allah akan mendengarkan doa yang tidak diketahui… baru dengar ada aturan itu hm…

mo pulang kantor dan nonton harry potter di blok m, 22 juli 2009

July 22nd, 2009

feels alive

Posted by joeyleung64 in health  Tagged

Di atas pembaringan, 3 lapis selimut…

Semalam aku meriang dan akhirnya tidur di lantai untuk beberapa saat. Di jam setengah sebelas malam, temanku yang dari surabaya si *ipi yang selama kidsffest tinggal di kamarku masuk, melihatku langsung menyuruhku untuk tidur di kasur-ku tapi krn aku menghormati tamu jadi sedari awal bulan mpe festival selesai kasurq biar dipake tamuq itu… trus aku nggelar kasur dari selimut, ada selimut dari james sebelah kost, trus selimutq sendiri yang dibelikan mb viv trus ditambah kain batiknya nenekq… aku pun tidur di atas selimut2 itu dengan tubuh terasa meriang.

I just think that pains make me feels alive, yeah… klo selama festival aku minum obat dari dokter utk batuk pilek dan radang telinga, tapi seharian kemarin obatnya dah habis dan aku masih belum sempat ke dokter lagi…

Tahu apa yang kubayangkan saat meringkuk mencoba untuk tidur tapi tulangq ngilu-nya terasa, sulit bernafas dan semakin sesak sampai harus duduk biar bisa nafas? Hm… aku membayangkan tidur di pangkuan orang terindah dan dia menunggui tidurku hahaha, sebenarnya kebalikan dari itu, aku berimajinasi dia yang tidur di pangkuanku… yang ada kedamaian, tak ada ketakutan yang tak perlu, karena dia ada saat kubutuhkan…

Di mobil atau di samping dia yg lagi nyetir,

Aku yang duduk di sampingnya hanya tersenyum, melihat sistaku itu menyetir sambil nerima telpon… “iya, sayang ini masih di bla..bla…” ato klo gak “Baby ini masih di jalan bla bla bla…” sering juga dengar cerita tentang their lover yang pada manja2, gak nyangka ya bo! klo aku melihat orangnya sih tampak tak manja tapi dari cerita teteh dan sistaku tuh mereka kadang klo sakit flu saja harus minta diperhatikan sperti anak-anaknya yang lain hwahaha… mereka emang perempuan2 hebat yang dapat dukungan penuh dari lover mereka, pastilah terus eksis! mau juga donk Tuhan dapat orang terindah seperti mereka…

Kamarku, malam hari dengan jendela yang terbuka karena belum sempat beli kipas angin,

ceritanya nih, di kamarku banyak nyamuk bo! udah pake obat nyamuk elektrik tapi kadang pulang dari festival dah gak tahan tidur, baru jam 3 an bisa bangun untuk sholat isya dan nyalain obat nyamuk ternyata kulitku dah berbintik merah buanyak banget…pake lotion nyamuk juga kulitku terasa seperti kebakar argh… Nyamuknya lagi butuh protein di darahku untuk memberi makan anak2nya hahaha. Ah, mo buat list kebutuhan bulan ini biar gak kacau keuangannya. 

Kemarin di alun-alun saat jaga jadi panitia parents workshop fringe events kidsffest, setelah selesai nyeting proyektor, dvd dan layar untuk pemutaran film dokumenter The education of Shelby Knoxx, akupun sholat di lantai 8 trus turun lagi ke alun-alun, window shopping. Dapet deh jaket batik dari bananas batik bali hand made, lagi diskon 70% hahaha, ya kuambil deh, secara aku suka banget dengan batik.

Emang, harganya mahal2 klo dah ada di tempat itu. Sambil jalan-jalan liat lagi, ouh…ada box seperti yang kubeli saat di HK untuk oleh2 subyek filmku, aku beli dengan harga 5dollar klo dikurskan sih tinggal dikali 1600, tapi di sana harganya sudah mencapai 52 ribu, hm aja ya…untung pas bulan april kemarin ke hk aku beli beberapa pernik untuk istri shifuq serta teman2 yang belum sempat dapet oleh2 saat aku ke jerman dulu.  yang penting semua senang!!!

Jadi inget temanku bilang: lo udah kaya ya, belikan aku sweater ZAR*, hm… belum sih Mbak hanya lagi ada rezeki saja. ada lagi mbak viv yang bilang “kamu gak harus belikan oleh2 lagi nik ke mereka”… mr r yang bilang “udah gak usah bawa oleh-oleh, uangnya ditabung saja”. aku jadi ngerasa mereka baik banget ya, mengetahui maksudku membawakan oleh2 mereka adalah agar mereka mengingatiku, bahwa aku pernah menjadi bagian hidup mereka entah sebatas kerjaan saja atau di luar kerjaan.

Kemarin dapet oleh2 dari bangkok dari mbak tia sama coklat & apricott dari jeannie simms. Rasanya senang kan, tradisi oleh2 itu sudah diajarkan ibuku dari kecil sih. Jadi jangan kaget klo tiba-tiba aku jadi temanmu dan setiap aku pergi dan balik ketemu kamu bawain oleh2 walopun kecil sih…

All makes me feels alive…

July 16th, 2009

Emang siapa loe?

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Ya… silakan perkenalkan diri Mbak, sepertinya kita kurang percaya nih kalau Mbak bagian dari pembuat film!

Apa ya? Mengapa ya, masih ada yang underestimate manusia dilihat dari postur tubuhnya, apa yang dia kenakan, jenis suaranya, gerak tubuhnya, penampilannya dan dihubungkan dengan beberapa peran kerjaan yang dia ambil.

Terima kasih telah mempertanyakan semuanya, karena dengan itu semua aku menjadi bisa lebih bersemangat untuk belajar. Hampir dulu aku sering mengeluh ke mr. R, kenapa bisa begini? kenapa bisa begitu? Lalu tak lupa aku bilang ke Shifu A, apa yang harus aku lakukan kalau terjadi ini dan itu, sama editor filmku, sama Shifu L… yah semua ditanyain, karena apa? karena terlalu hijau aku di dunia perfilman ini. Maksud hati belajar dari setiap produksi tapi kadang rasa lelah itu mampir juga.

Ya, aku sering mematok terlalu tinggi, pencapaian yang kadang sulit terengkuh tapi aku memaksakan dan bisa, lalu apalagi yang harus aku lakukan: Mbak Viv bilang, secara dia sista-ku yang paling dekat setahun terakhir ini, dua tahun ini aku harus menimba ilmu sebanyak mungkin di tempatku bekerja, sambil lihat opportunity yang lain. Jalin sebanyak mungkin jaringan, sebenarnya aku juga tak bisa memaksakan untuk kenal dengan orang-orang tapi yah setiap diajak keluar aku dikenalkan, official saja sih.

Lagian di tempat kerjaku, aku belum punya job desc yang pasti selain di festival ini, setelah festival selesai tak tahu lagi harus apa? Tapi emang hectic banget festival ini, kerjaanku butuh ketelitian. Setelahnya, mungkin roadshow dan liburan hahaha…

menjelang jadi subtitler nih… semoga jariku lancar menekan keyboard dan konsentrasi. Secara klo filmnya lagi sedih aku yang ikut kebawa gitu, klo filmnya lagi adventure trus ada adegan perang pake pedang, tanganku yang merasa luka dan konsentrasi buyar…apalagi klo ketemu film dengan rap wah jadi ikut manggut-manggut dan konsentrasi yayayaya!!!!!

But overall, I LOVE this job!

July 16th, 2009

Radang telinga

Posted by joeyleung64 in health

I don’t know, how it’s gonna happen…

Aku pernah bilang, kadang-kadang telingaku sebelah kiri gak bisa dengar, seperti tertutup lendir, klo aku pake kerudung tebal kepalaku terasa pening lalu semakin pening, pake kacamata minus juga kepala malah terasa pening, ternyata baru kemarin aku ke dokter untuk serius memeriksakannya dan dibilang radang.

Kata dokternya sih lumayan parah, harus dikeringkan dulu… tapi selama pemeriksaan aku gak banyak ngomong malah kubilang ke dokternya agar segera selesai saja pemeriksaannya, pasalnya sekretaris yayasan bilang klo semua bosku dah ngumpul tinggal nunggu aku, Nah… panik deh.

Aku dulu mengira panas dalam, seperti yang diucapkan temanku. ya, tanya ke temanku yang dokter di surabaya juga dibilang gak apa-apa… secara dia gak memeriksa langsung. Aku gak mau mikir terlalu mengada-ada menghubungkan dengan abuse yang lalu-lalu, setelah festival sepertinya aku akan periksa ke THT saja lah, and make it’s all clear…

Ketika satu persatu yang tuhan berikan padaku diambil olehNya lagi, yah harus diterima lah. hm…

Pilihan itu memang akan selalu dihadapkan di depan kita. Sistaku bilang, aku diminta untuk belajar Inggris lebih giat lagi, mungkin aku akan ambil kelas di LIA, tapi yah masih ngatur banget keuangannya. kesempatan kupikir akan selalu ada selama kita berusaha. Berdoa itu sudah pasti, disamping usaha kerasku aku selalu menyandarkan diriku pada Allah, aku paham Dia selalu memberkati segala keinginanku. Dan Dia membimbingku menjadi seperti diriku yang kuinginkan, walopun seakan tak mungkin pada awalnya.

Orang bilang aku gigih, tegar dan high motivated person… tapi yang benar memang aku gigih tapi jauh dari tegar, hanya orang terdekatku yang tahu gimana aku sering mengeluhkan capek dan merasa negatif, kurang berharga dan baiknya mereka selalu menyangkal pikiran2 yang bisa menghancurkan diriku itu!

Sebenarnya aku memang belum pernah ambil kursus bahasa Inggris sepanjang usiaku. Aku belajar sendiri, tapi yah masih belum lancar banget. Asalkan tenang pasti aku lebih lancar memakainya, tapi kalau sudah panik yah like blank and loosing anything.

Pekan kemarin ketemuan sama Jeannie, visual art dari Boston, aku belum bisa memakan oleh2nya dried apricott krn aku masih batuk, juga coklat. Dia mau memutarkan filmku dengan exhibisi-nya di museum Decordova, next year…bisa dicek di www.decordova.org. Seandainya aku bisa hadir di sana wow Masachusset hahaha…traveling again trus stay disana barang 3 bulan pasti Inggrisku lebih baik lagi, hm mengharap mode on…

Bisa ketemu Sista-q yang tinggal entah dimana aku gak tahu, hanya nomer hape-nya dan kuliahnya di cornell, itu saja yang kutahu.

Alhamdulillah, diantara kesulitan selalu ada kemudahan… Aku sangat yakin, semua ada karma-nya. Aku hanya masih bertanya-tanya, sebenarnya apa maksud Tuhan mempertemukanku dengan fans gila, dengan kegilaannya yang awalnya sok baik tapi menikam dari belakang, menebar fitnah sana sini. Apakah dia tak punya hati lagi? Klo mau berbuat gak baik ya gak usah ngajak2 orang lain ya mbak… rugi aku percaya pada manusia macam kau!!! Kata ibuku orang yang berusaha memperbaiki diri di setiap detik akan disayang Tuhan, semua adalah proses yang mendewasakanku. Toh, aku jadi belajar bahwa tidak semua orang baik di dunia ini… tapi masih ada orang baik yang akan selalu hidup karena berkah dan rahmat dari Allah…

Semoga aku punya banyak kesempatan berkarya, dan karyaku nantinya berumur sangat panjang dan bisa diterima di seluruh dunia…Amien…

Jika aku lelah, setidaknya aku punya bekal. Di saat aku sendiri setidaknya aku sudah punya kenangan bersama orang-orang yang baik hati. Di saat aku mau mempercayai orang, setidaknya aku punya keraguan untuk tidak mempercayainya sepenuh hati. Di saat sekarang, aku masih merindukan orang yang terindah dan tetap terindah. Semoga dia tahu, setidaknya angin atau sekedar air hujan membisikkan padanya. Makasih membuatku merasa berharga, belajar untuk marah dan melawan semua penindas yang mengasingkanku dari seorang AES… Thanks, every nite I staring your photo when U’re still kid… Lovely cheeks and let me kiss its hahaha… can you feel it?

Aku daftar lagi beasiswa yang kemarin aku fail…

July 13th, 2009

ada tamu di kosq

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Klo dihitung ada berapa orang ya yang pernah ke kosq, yang pasti orang2 yg menurutku aman alias gak psicho…alias gak sakit jiwa… di luar teman kantor yg sebagian dah tahu, kru film dlu yg jemputq berangkat shooting, ov*, Indr*, Rip* dan tut*…

Saat ini ada satu temanq dari surabaya yg kerja di festival yg sama tempatku kerja…ya, gitu lah jadi lebih rame di kamarku…

Hahaha, kadang aku mengeluarkan makian : jangkrik…hahaha tapi masih lebih sering pake sh*t, my favourit agresive verbal : sh*t! Gak tahu rasanya plong bangetklo marah dan bisa bilang Oh Sh*t!!! Kata itu sering aku dengar dari Joey, hm…apa kabarnya ya anak ini? This guys terakhir ketemu, senyumnya cute banget, dan klo tanya ke aku pasti diulang-ulang gitu… Pernah kakaknya dan aku godain dia sampe dia tersipu-sipu, hm jadi kangen dengan kelucuannya…

Dari dulu klo aku gak diajak ngomong ya malas lah aku ngomong… Joey pernah bercerita tentang Happy yang kadang sakit perut klo kena hujan, juga bercerita bagaimana mahalnya pendidikan di negaranya, chicken wings goreng kesukaannya : secara tidak langsung menyuruhku untuk sering memasakkan untuknya.

Terakhir sebelum aku pulang, dia Happy jalan keluar tapi mau juga denganku. Waktu itu bos lagi ke China dan kakaknya lagi studi di Inggris, jadi di rumah hanya aku, dia dan Happy. Dia selalu menggangguku, memanggilku di sela-sela kerjaanku. Seperti saat aku lagi ngepel rumahnya yang tiga lantai itu, dia memanggilku ke taman di lantai bawah. Di sana ada sepasang kura2 yang tidur sepanjang musim dingin, bunga kantung semar, cemara christmas, iglo rumah happy saat dia bayi, dan beberapa tanaman yang masih pendek. Waktu itu dia lagi nyisir bulu Happy yang nyandar di Iglo-nya, aku segera turun dan hwa… aku menjerit2 karena banyak ulet kecil2 buanyak sekali di sebelahnya. Klo yang ini emang aku serius geli sama ulet bulu dan buru2 diambilnya ke dalam semprotan insect, hm… beberapa saat kemudian matilah ulet2 itu, pembunuhan massal dan aku lega karena setiap hari aku kan harus bersih2 di taman itu lha klo masih ada bisa g aku bersihkan lagi lah…

Joey, aku melihatnya adalah anak yang sangat baik, klo lagi bertengkar sama orang tuanya dia lalu turun ke bawah, ke lantai dasar tempatq bekerja nyetrika jam 10-an dan dia bermain sama Happy… Aku sering mengambil buku bahasa Inggrisnya untuk kupelajari tapi kemudian dia memberikannya padaku bahkan beberapa cerita seperti hansel and gretel dan buku les-nya.

Itu mengingatkanku pada sista-q, yang ternyata orang padang. Dia kembali ke amerika minggu jam satu malam. Sabtunya aku ke rumahnya di kawasan paseban, hanya satu jam setengah karena dia mengejar deadline janji2nya dengan yang lain. Dia memberikanku 46 buah buku bahasa Inggris baik textbook maupun novel, beberapa novel hadiah papa-nya yang dulu di Inggris diberikannya padaku, juga dari penulis kesukaanku Jane austeen judulnya Emma. Sistaq itu mencoba memilah dan memetakan dimana aku berdiri sekarang, lalu hambatan yang paling besar tampak di hadapanku itu apa?  kendala bahasa, ya akhirnya itulah yang menjadikannya memberikanku buku-bukunya itu…ada buku tentang marx beginner… bersambug karena ada tebengan dari Uni Adella…

July 3rd, 2009

guest dean in Moestopo Univ

Posted by joeyleung64 in Uncategorized

Perempuan sebagai Agen Perubahan dalam Pembangunan

“PAHLAWAN DEVISA”

Indonesia mengirim lebih dari 400rb buruh migrant setiap tahun ke berbagai Negara kawasan asia pacific dan timur tengah. Jika dibandingkan dengan jumlah buruh migrant laki-laki , buruh migrant perempuan mencapai perempuan mencapai lebih dari 72%. Dengan total devisa yang dihasilkan dari tahun 2003 sampai dengan 2008 TKI telah menyumbang devisa bagi Indonesia sebesar 167 Milliar rupiah. 

Jumlah devisa yang disumbangkan kepada Negara pada kenyataan tidak sesuai dengan kenyaataan yang diterima oleh para TKI di Negara migran. Sebagai contoh yang dialami oleh rekan TKW, saat bekerja di Hongkong sebagai seorang House Helper.

Bagi pekerja

- Gaji tiap bulan HKD 3580 sepadan dengan Rp 5 juta.

Dulu pemikiran saya sangat simple : saya ke luar negeri mendapat gelar pahlawan devisa bagi negara saya, yang tiap tahun menambah penghasilan negara, tapi pada kenyataannya banyak ketidakadilan kami terima saat menjadi TKW. Seperti gaji underpay, potongan gaji selama 7 bulan, passport dipegang agensi, kurangnya pembekalan tentang budaya negara tujuan dan skill termasuk bahasa, adanya terminal tiga dengan pungutan liarnya.

Jadi istilah pahlawan devisa yang merupakan aksesoris dari pembangunan, ternyata tidak mempunyai efek merubah secara substansial bagi kami.

- tempelan yang tampak sangat indah : disebut pahlawan, mengerti teknologi, ikut-ikutan mode

– posisi lebih baik atau setara (tidak terjadi)

Devisa :  hal-hal termasuk dalam pengertian devisa sbb: a. Emas(mata uang emas,bahan mata uang emas yang belum diolah) b. Alat alat pembayaran luar negri c. Surat-surat berharga luar negri seperti cek,wesel,promes dsb d. Piutang luar negri e. Benda tidak berujud di luar negri f. Benda bergerak dan tidak bergerak di luar negri Dari pengertian tersebut diatas ternyata pengertian devisa tidak hanya terbatas pada mata uang asing saja,tetapi termasuk juga benda bergerak dan tidak bergerak.

Sementara bagi negara seperti Hongkong keberadaan TKW/TKI Indonesia cukup membantu penduduk yang sebagaian besar bekerja di luar rumah. Dengan jumlah penduduk 7 juta jiwa, saat ini ada sekitar 120.000 TKW asal Indonesia.  Salah satu warga Hongkong, berkata ” If there’s no domestic helper, I cant go out to work and I have to stay at home. I want to go out to work, and to earn some more money, to support the family. This is a very very good chance to the Hongkong women can go out to work. ” Bagi mereka, keberadaan para TKW merupakan penggerak perekonomian di Hongkong. Tanpa keberadaan para TKW, perekonomian Hongkong dapat lumpuh.

Perempuan sebagai Agen Perubahan

Perempuan sebagai agen perubahan, berarti haruslah memiliki kemampuan yang baik . Oleh karena itu perlu ditempa dengan pendidikan yang memadai. Perbaikan nasib dengan menjadi seorang TKW menjadi awal bagi Ani untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Pendidikan dapat memutus rantai kemiskinan, merupakan sebuah kata dari guru SMA saya yang hingga kini melekat. Dengan pendidikan tinggi setidaknya terbuka peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja, hal ini tidak luput dari pengalaman juga. Dengan ijazah SMA saya hanya bisa jadi buruh kontrak di pabrik.

Pendidikan dan kemampuan untuk menyampaikan ide, yang akhirnya mampu menggerakkan orang lain menjadi hal yang penting kita lakukan. Bagi saya pribadi, yang memiliki pengalaman sebagai seorang TKW asal Hongkong. Menuliskan pengalaman saya, selama saya di Hongkong dan melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya guna memutus rantai kemiskinan menjadi suatu hal yang penting.

Berawal dari kegemaran saya menulis, saya dan rekan saya–Yunnie Dhevie Hapsari, kemudian mengirimkan proposal cerita ke ajang Festival Film Dokumenter Eagle Award yang diselenggarakan oleh Metro Tv. Proposal ini yang awalnya dikirim dalam jangka waktu yang sebentar, akhirnya berhasil masuk menjadi finalis. Film yang berjudul Helper Hongkong Ngampus“ ini ternyata mampu memberikan sudut berbeda akan keberadaan TKW di Indonesia yang mampu memperbaiki nasibnya dengan mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Sekaligus mampu menginspirasi banyak orang untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan bekerja lebih baik lagi.

Kedahsyatan sebuah film sebagai medium Audio Visual, merupaka sebuah potret realita yang bisa menggugah orang untuk lebih baik dalam hidupnya. Akhirnya saya tersadar melalui film kita bisa menangkap realita-realita dari masyarakat dan dapat menginspirasi banyak orang.

Setelah berhasil menghasilkan sebuah film dokumenter, saya mengikuti workshop yang diadakan oleh Kalyanashira yang digaungi oleh Nia Dinata. Proposal film mengenai kehidupan TKW Hongkong yang relatif modern namun disatu sisi mereka masih belum memiliki otonomi terhadap keinginan dan tubuh mereka. Melalui film „Mengusahakan Cinta“ yang dibuat dalam project Change, Saya dapat melihat hal menarik dari seorang perempuan. Perempuan dengan pengalaman riil dan konflik personal mereka, apa saja kontrol terhadap perempuan dan bagaimana perempuan menggunakan ruang pribadi mereka untuk bersuara atau mengubah dunia.      

Dari subyek yang saya angkat dari film dokumenter yang saya buat, Dan dari mereka saya bahkan subyek saya jadi belajar , bagaimana secara subtansi perempuan sudah membuat perubahan ke arah yang lebih maju bagi dirinya sendiri. Kemampuan seorang perempuan dalam menumbuhkan kekuatan dalam dirinya dalam mengambil keputusan bagi dirinya sendiri atau secara tidak sadar membuat pilihan karena sekedar life style, aksesories atau ikut arus sosial.

Dari dua film dokumenter yang saya buat,memperlihatkan bahwa perempuan memiliki kekuatan tersendiri untuk menjadi seorang agen perubahan. Namun terkadang terbentur dengan nilai-nilai dan struktur sosial masyarat yang berada disekelilingnya.

Perempuan mampu memimpin perubahan dan itu dapat dimulai dengan menentukan pilihan yang sesuai dengan kata hati seorang perempuan. 

Notes : Terus nonton filem deh…seneng banget liat reaksi mereka…

Ternyata mereka banyak yang kurang tahu kehidupan para tenaga migran Indonesia, pertanyaan yang mereka ajukan lumayan kritis, tentunya aku didampingi dosen aslinya ya bow…

Pernah saat menjelang wisuda 2008, aku sedikit exhausted dan mengeluh pada mister x tentang pemikiran sempit orang yang ngakunya aktivis ne “tak tahunya hahaha” bahwa yg aku lakukan adalah mengeksploitasi diri dengan mjd ex-TKW… His wise thought : Batasan eksploitasi itu apa? Gak ada salahnya mengeksploitasi diri sendiri, daripada mencari2 sumber eksploitasi orang lain… Dan fyi aja ya: semua subyek film-ku sangat welcome sharing their experience…

notes khusus perempuan gila yang selalu mengganggu hidupku : Ngaca ya Bo’… bukan urusan lo mau gw mo buat film tentang TKW maupun tentang hal lain, JANGAN SIRIK ya!!! Klo lo mau, bikin sendiri ya, isue apapun terserah… jangan kerjaannya gangguin hidup manusia lain… Lo belum kena batunya ya, fitnah sana sini, bohong sana sini, aku yakin orang seperti lo gak akan bisa maju, gak mungkin bisa kemana-mana “istilah dari bos gw utk orang sejenis lo”

Lebih baik do your best on your life… stop bothering Me!!! And I will say thanks…

July 3rd, 2009

They’ve taken wrong speech from me

Posted by joeyleung64 in Film

Films on women and their stories

The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Sat, 04/18/2009 2:20 PM  |  Entertainment

Although they might not be about “grand narratives” or “bombastic issues”, women do have stories to tell. Such as simple stories of being a woman in an ever patriarchal world, as an upcoming international women’s film festival in Jakarta will reveal.

From an intimate depiction of how a mother juggles prostitution and back-breaking construction work, to the tale of the bittersweet life of a bipolar woman, stories screened at the V Film Festival, scheduled from April 21, are from women, for women and about women.

“Lately, we have seen emerging female filmmakers produce excellent works about women’s lives,” festival director Ening said.

Despite such trends, she found the issue still remained marginalized, even at the country’s existing film festivals.

“Even in major film festivals like Jiffest - the Jakarta International Film Festival - the screenings of these kinds of movies received very limited attention. As few as two people at a time attended such showings,” said AES, one of the directors of collective documentary At Stake. (correction : I mentioned not in Jiffest but during screening on Blitz, based on my friend said)

It might indeed be true that this emerging minor subgenre has been overlooked for too long.

A collaborative work of Kartini Asia Network, Salihara Community, Kalyanashira Foundation and Jurnal Perempuan Foundation, V Film Festival - feel free to interpret “V”, the festival committee said - is the first of its kind in the last decade, after a similar event was held back in 1997.

The film screenings will be accompanied by a series of discussions with the filmmakers and a moviemaking workshop.

“In the long run, we also plan to open participatory filmmaking workshops that will really allow ordinary women to express themselves,” festival committee member Olin Monteiro said, adding V would be an annual event.

For now, plans and ideas have been toned down to focus on screening quality women’s films.

More than a dozen films, ranging from short documentaries, to full-length features, offer a variety of themes by female filmmakers from France, Germany, the United States, ex-Soviet Union countries, as well as more than a handful from Indonesia.

French film Water Lilies, a tale about teenaged synchronized swimmers, is set to open the festival, while German documentary Mother Beast-Mother Human, on pondering motherhood, will close the event on April 26.

In between, are films with more down-to-earth themes, which Indonesian women should find accessible.

Ani’s documentary, for example, portrays the lives of two Indonesian domestic workers in Hong Kong, and their quest for love.

Her work, as well as that of three others collaborating for the documentary At Stake, received much enthusiasm during its screening at the 2009 Berlinale, the Berlin International Film Festival, in February, as viewers saw a different side to the stories of women living in what they perceived as merely an “exotic tropical country”.

Unfortunately, two segments of At Stake, on female circumcision and discrimination against single women on reproductive health services, will be scrapped during its screening at the V film festival, as their directors are male.

“It is part of the rules of female film festivals that we can only screen works by women,” explained film producer Nia Dinata, from Kalyanashira Foundation.

Sexist as that may seem, perhaps women have been victimized and marginalized by this patriarchal society for so long that they deserve to have their own space for once. No offense, guys!