<

Ya… silakan perkenalkan diri Mbak, sepertinya kita kurang percaya nih kalau Mbak bagian dari pembuat film!

Apa ya? Mengapa ya, masih ada yang underestimate manusia dilihat dari postur tubuhnya, apa yang dia kenakan, jenis suaranya, gerak tubuhnya, penampilannya dan dihubungkan dengan beberapa peran kerjaan yang dia ambil.

Terima kasih telah mempertanyakan semuanya, karena dengan itu semua aku menjadi bisa lebih bersemangat untuk belajar. Hampir dulu aku sering mengeluh ke mr. R, kenapa bisa begini? kenapa bisa begitu? Lalu tak lupa aku bilang ke Shifu A, apa yang harus aku lakukan kalau terjadi ini dan itu, sama editor filmku, sama Shifu L… yah semua ditanyain, karena apa? karena terlalu hijau aku di dunia perfilman ini. Maksud hati belajar dari setiap produksi tapi kadang rasa lelah itu mampir juga.

Ya, aku sering mematok terlalu tinggi, pencapaian yang kadang sulit terengkuh tapi aku memaksakan dan bisa, lalu apalagi yang harus aku lakukan: Mbak Viv bilang, secara dia sista-ku yang paling dekat setahun terakhir ini, dua tahun ini aku harus menimba ilmu sebanyak mungkin di tempatku bekerja, sambil lihat opportunity yang lain. Jalin sebanyak mungkin jaringan, sebenarnya aku juga tak bisa memaksakan untuk kenal dengan orang-orang tapi yah setiap diajak keluar aku dikenalkan, official saja sih.

Lagian di tempat kerjaku, aku belum punya job desc yang pasti selain di festival ini, setelah festival selesai tak tahu lagi harus apa? Tapi emang hectic banget festival ini, kerjaanku butuh ketelitian. Setelahnya, mungkin roadshow dan liburan hahaha…

menjelang jadi subtitler nih… semoga jariku lancar menekan keyboard dan konsentrasi. Secara klo filmnya lagi sedih aku yang ikut kebawa gitu, klo filmnya lagi adventure trus ada adegan perang pake pedang, tanganku yang merasa luka dan konsentrasi buyar…apalagi klo ketemu film dengan rap wah jadi ikut manggut-manggut dan konsentrasi yayayaya!!!!!

But overall, I LOVE this job!

July 16th, 2009 at 9:48 pm