Semalam semakin penat saja, tak ada yang diajak ngobrol. Sekali ngajak ngobrol orangeh malah dicuekin. Aku gak paham terbuat dari apa hatinya, apakah sama dengan orang kebanyakan: segumpal darah yang tugasnya menyaring dan membersihkan darah agar tetap bersih saat diedarkan lagi ke seluruh tubuh.
Beberapa hari yang lalu aku ingin janji tak akan menghubunginya lagi, tapi dia bilang sudah membalas-nya tapi aku gak terima apapun… kesal dan jengkel dan malas untuk tanya lagi.
giliran semalam, entahlah sudah tak sehat lagi kepala ini. tapi sepertinya sudah cukuplah aku bertahannya. no more… lagian dia pernah lebih percaya pada omongan si A atau si X yang suka ngaco, main tuduh begitu aja, seriously luka itu masih tersisa atas tuduhannya yang keji, tapi sama sekali aku gak berniat untuk membalasnya, buktinya aku selalu berusaha untuk melupakan dengan membuka ruang-ruang perbincangan baru…
Where, who and how… itu semua rahasia Tuhan, being single membuatku lebih sabar dengan gossip2 yang muncul di sekitar, dijodohin dgn si A, si B hm… because they’re not my tipe so sorry, I haven’t way except say that I’m already has someone hm (maybe in the future, kulanjutkan dalam batin). Mengenai yang dulu2 sudah kutup buku2 itu, duka, luka karena dibohongi sudah menjadi bagian memory…
Kalau bisa invisible dan punya sayap malaikat, pasti aku akan mengintip ke hatimu: sebenarnya what do you feel? Sepertinya aku belum ikhlas karena tak pernah aku dengar jawaban darimu tentang pertanyaan2ku…tapi ya sudahlah, dia punya dunia sendiri yang tak mau untuk kumasuki, I’ll appreciate that…
Sudahkah tak ada kesempatan lagi untukku bersamanya ya Tuhan? answer me please, why my praying never been answer, Is it difficult to You to let me know? Off course not, but You played me… Yeah you know lah that I’m poor lady, with the future depend on God’s hands, I am not the clever ones, have bad personality (as you said : hypocrite/ ’so weird heard that, pls appology to me’). Afterwards I am still love you? Oh, c’mon babe. I think it’s sincere feeling, rasa yang tulus, aku harus baik sama orang yang pikirannya dihasut oleh orang lain? Knapa kamu sebodoh itu, setolol itu percaya pada orang yang jahat itu? bukannya kamu pandai, pintar. ya udah, aku gak akan maksa dapet perhatianmu lagi deh… cukup ah, cukup, ENOUGH!!! kamu bahkan tak anggap aku teman. kamu emang orang yang angkuh, galak, sombong!!! jangan harap aku akan senyum di hadapanmu lagi, gak bakal…selamanya? Gak Mungkin, Gak Percaya!!!(menertawakan diri sendiri) ngirim email ke kamu, malas ah selalu gak direspon. klo masalah kerjaan sih masih mungkin karena terhitung tanggung jawab, selalu mengutamakan tanggung jawab, tapi kalau di luar itu, mikir2 ah… daripada gak dibalas dan dicuekin ya baikan gak usah ngirim, betul gak? awas kamu klo gak menepati janjimu, pasti lupa ya kan?!