KCB
Belum nonton film KCB 2, sedangkan KCB 1 aku nonton rame2 ma Teteh dan James di Citos tapi sepanjang film berlangsung yang ada ketawa dan aku geleng-geleng aja, kalau gak dibilang lebay dan gak logis dan mengada-ada. Waktu itu sudah telat setengah jam dan mungkin nuansa Mesir yang dibangga2kan dah lewat di awal jadi gak kerasa. Kupikir sutradara sekaliber Chaerul Umam bakalan membuat film yang Islami tanpa menggurui tapi ah…lupakanlah!
Mengapa banyak yang lebai dan gak logis utk KCB 1, let’s see:
- scene Furqon yang tiba-tiba di kamar hotel lalu terbangun di tempat tidurnya, yang lalu mendapatkan ancaman dari laptopnya dari seorang gadis Israel. hebat bener ya tuh gadis bisa masuk kamar hotelnya Furqon, padahal kalo dipikir2 hotel sekelas bintang 3 saja gak akan mengizinkan ada tamu masuk tanpa izin pemiliknya, disana terlihat mewah banget kan tuh hotel, jadi pengamanannya ya gak mungkin gak jelas gitu?
- scene di ruang periksa dokter ditemani oleh polisi, polisinya canggih banget bisa mengusut sindikat si gadis israel itu lalu memenjarakannya, seperti fantasi saja!
- Saat temannya Furqon menampar si Furqon karena foto2 Furqon beredar di internet… Nah, scene ini gak suka banget! plus adegan tangis dan pelukan argh… duel2 saja, yang lebih keren donk marahnya biar tidak membuatku berkerut lalu ketawa!
- saat si Azzam lulus dan bertakbir. Dalam hati aku juga bertakbir, Allahu Akbar tapi bukan karena gambar itu keren, lha ceritanya si Azzam sudah 9 tahun di Mesir klo lulus ya sewajarnya, kan dia mandiri dan pintar pun sudah lama 18 semester ya, catat! Aku bertakbir karena, dueh Gusti kok bisa selebay itu! Klo semisal itu untuk scene semisal seorang Ibu yang berjuang setelah berhasil melahirkan anaknya lalu mengucapkan takbir sih masih logis.. Mungkin niatnya sih pembuat film utk mengagungkan namaMu tapi gak pada tempatnya…
- Banyak pemaksaan cerita yang menurutku sih kehidupan mereka berada dalam dunia fantasi! Realnya gak seperti itu, aku yakin! Bukan karena aku udah 12 tahun berkerudung, menjadi santri di beberapa pesantren, ikut halaqoh baik saat dulu di Islamic centre saat di HK atopun saat kuliah dulu lalu aku bisa paham dengan kehidupan keberagamaan, semakin lama semakin tahu bahwa manusia pada dasarnya itu indah pada prosesnya saat mereka berusaha berubah menjadi manusia yang menghargai manusia lainnya, tidak menyakiti baik dirinya sendiri maupun orang lain dan sekali lagi cerita KCB bagiku fantasi. Kehidupan orang-orang yang berkerudung tak semudah orang2 di KCB, karena kebanyakan mereka yang di KCB berasal dari status sosial yang menengah atas.
Dan aku tak suka dengan jawaban wawancarapara talent-nya. Alice Norin (perannya apa aku lupa) yang bilang ada yang lucu saat akhirnya dia berkerudung karena cinta mati dengan si Azzam. Wearing kerudung is not funny things, dear sh*t!!! It’s believe! sebuah kepercayaan bahwa itu perintah Tuhan!!! I was learn from this world that we just have to be affraid in front of God, Almighty God, for me is Allah, that’s it! Dan perintah Tuhan itu banyak, hidup bukan diperintahkan untuk itu saja tapi banyak lah, silakan lihat di kitab ya, dan kalaupun orang tak melakukan satu perintah Tuhan bukan berarti dia tidak alim… jadi ingin melihat cara pandang si Azzam yang melihat muslimah alim dari tampilan luarnya, walaupun kadang saling berhubungan tapi don’t judge people by the cover itu saja…
bersambung ah…kepalaku pusing nih, habis tadi siang panas2 shooting di tengah monas dan itc mangga dua yang penuh dengan orang, perlu paracetamol!!!