Be what what? I can’t hear you…
Sebenarnya aku kadang ragu dengan kemampuanku mau berpijak dimana? Hidup dengan kemampuan yang mana, karena belum ada yang pasti.
1. Pinginnya jadi penulis yang produktif, tapi ya ikut-ikut lomba untuk latihan, tapi belum ada waktu yang pasti untuk benar-benar stick di sini…
2. Pingin jadi pembuat film dokumenter, bersyukur bisa ikut beberapa workshop tapi sangat disayangkan kemampuan sangat minimalis! Looking another chance to get more knowledge about it!
Hal-hal yang aku suka tapi aku jauh darinya adalah jadi psikolog someday, jadi perancang baju, jadi koki masakan yang lazatttt ah…
Satu hal yang aku lakukan walaupun gak punya kemampuan atasnya adalah jadi pedagang. Pasalnya, aku dulu berpikir bahwa 9 dari 10 matapencaharian yang disukai Nabi adalah pedagang(lupa jelasnya hadis ini), tapi klo barang daganganku dihutang maka aku mau nagih tuh selalu klo gak susah ya diundur2. Dulu aku pernah jualan kosmetik, kerudung, sepatu dan sandal, some are batik and blouse.
Wow, It’s amazing time. Lebih lancar klo aku jadi pemodal dengan ibuku yang menjalankan dagang, so I’ve changed my planning, give all my goods to my mom. And you know, She is very good on it! Sandal klo harga grosir sebelum Sidoarjo kena lumpur, aku belinya di sana seharga 7.500 s.d 12.500 ribu and my mom be able to sell it until double price/ 100% advantages…
So, if I have money I’ll give it to my mom for do trading…
As farmer family, I don’t have any skill too. My father has…
tobe continue… mo ke Citos nonton film ampe tengah malam…