Hm, judul di atas adalah umpatan yang aku peroleh dari film The Three Robbers…
Festivalnya udah selesai, untuk perayaan dilakukan di Portico Senci, ya bar di lantai dua… menu wajibnya wine hahaha, aku hanya mencium baunya saja, Teteh menghampiriku menanyakan aku udah pesan apa… udah jus stroberi yang akhirnya jadi trandsetter hahaha, maksudnya semuanya jadi pesan jus yang sama.
Strowberry juice dengan hiasan irisan buah stroberi di bibir gelas, membuatku semakin bersemangat menenggak minuman itu lalu memakan buahnya yang asem manis itu… Aku habis tiga gelas, temanku yang sesama subtitler yang seharian gak sempat makan karena kejar2an dengan waktu, menyelesaikan tugas, jadi benar2 gak sempat makan, setelah ada drama sedikit sebelum opening karena aku yang ditugasi bawa proyektor kantor untuk subtitle di Blitz, sedang sampai jam 2pm aku bertugas di 21 PIM…semula kuperhitungkan akan cukup waktunya, ternyata harus nunggu si A, yang ditunggu datang eh si B masih beli es krim walah pake mampir di kantor…
Walhasil dari kantor ke Blitz ngebut… aku sengaja pressure si sopir!
“Aku sudah telat, seluruh teknisi kita di Blitz tinggal nungguin alat yang gw bawa, klo sekarang gak mau berangkat gw naik taxi!!!”
“Tolong, cepet ya… Oh God, Sh*t!! Please, bisa masuk kanan kan?(maksudnya menyalip mobil yang lain)”
Sementara telpon gw terus berdering dan gw menjawabnya :
“Kamu dimana An*… Semua dah ngumpul tinggal nungguin kamu”
“An* kenapa gak naik taxi saja, ntar diganti kok…”
“Oh where are you now? Oh come on An*, come on… you should going straight from PIM by taxi, You should be here in 15 minutes, could you? Just figure it out by yourself how to make it!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
“Tolong lebih cepat, klo enggak they gonna kill me!” gw push lagi lah…
“Mo kill me gimana, kamu jangan nekan sopir terus donk, dia bisa stress, nyawa kita nih taruhannya” dan semuanya pada ngeluh, ah… padahal tadi telat karena nungguin mereka yang belanja2 gak jelas! Nungguin mereka yang harus ke kantor dulu, buka file di komputer kantor lah… Ah…gitulah, klo hirarki gak jelas jadi si A (bag finance) minta gw untuk naik mobil kantor si B minta gw naik taxi, so gw kadang klo bikin proposal budget rada mumet, mana yang diapprove, trus klo gak deal-nya dengan pekerjanya harus lebih bisa njelasin ke mereka lah… Expectasi gw naik mobil kantor karena masih jam 2.30 jadi ada waktu sejam setengah sebelum screening, nunggunya kelamaan lah, next time gw lebih straight lagi lah!
So, solusinya adalah gw menekan sopirnya. I just answer them: that’s my fault, and I try to figure it out, just wait. Sepertinya pressure gw ampuh, jadi mohon maaf untuk penumpang yang lain, kata mereka seperti terbang saja saat ke parkiran mobil di Grand Indonesia yang harus ke lantai 8 untuk sampai di Blitz… Setelah sampe, larilah gw ke Audi 2 lalu langsung membuka bungkus proyektor 3000ansi lumens itu, mengganti proyektor yang telah terpasang.
Saat datang gw langsung bilang sorry Petra (bule, bos gw utk subtitle), gw dah gak merhatiin mimik mukanya, tapi lebih fokus pada memasang peralatan dan testing hasil tembakan ke layarnya… “Right up a little…” ucapku menanyakan persetujuannya.
“Okay… do it…” suaranya sudah normal…
Setelah oke semua, gw ganti posisi judi usher hm… kebagian yang children jury dan finalist film pendek…
“Wow… Tante An* di sini…” ucap chaperone utk children jury saat aku menyilakan mereka.
Gw hanya senyum dan bilang “Iya… silakan duduk di sana…”
Saat film dah selesai dan beberes, Petra yang juga ada di kerumunan teman2 volunteer, suasana lebih mencair, semua muka tersenyum…
“It’s long story Petra… I just push driver to drive faster, and we just like fly in the air…”
“Ya, thanks… If you late just five minutes, I am death!!! You know lah, It’s the first time Kik* saw how subtitling projection’s work, and He already bought the projector for this… If you wanna going to B start from A, just straight A to B, but you going to C, D E first, don’t do it again ya!”
“Okay… okay…!