Tgl 24 Sept harusnya aku dah ngantor… tapi aku izin ngantor sore karena dapat tiket murahnya siang…

Jam 3 pagi

Aku bangun, sengaja tidak menyalakan pompa air tapi aku lebih memilih menimba air dari sumur lalu mengambil wudhu, agh…segarrr gak ngantuk lagi. Lalu aku duduk di tepi sumur itu, sambil melihat langit yang terasa lebih dekat. Taburan bermilyaran bintangnya membuatku selalu berucap “Subhanallah” bukan karena aku pengagum bintang dengan segala keajaibannya, tapi memang pemandangan seperti ini sangat jarang untuk langit Jakarta yang takpernah kutemukan, tak seindah langin Jombang… Badanku baik-baik saja…

Jam 7.45 pagi

Perutku mulai kram, keringat dingin mulai keluar dari leher dan dadaku, lalu aku beberapa kali ke WC karena diare.

Lalu kuingat-ingat makanan apa saja yang telah kumakan semalam. Memang sejak kejadian puasa 2006 lalu yang aku sakit karena diare parah, dalam semalam habis infus 11 botol dan suntikan antibiotik dengan dosis tinggi lewat infus serta suntikan anti mual, membuat perutku semakin sensitif, tak bisa makan makanan yang kotor dikit aja dah diare…

Pagi itu ditambah my first day period, lengkappp sudah, perut kram semakin menjadi, isi perutku seperti diremas-remas nyeri, sedangkan jam menunjukkan angka 9, padahal posisi masih di jombang…terbang jam 14.05 di Surabaya…

Normalnya, Jombang-Surabaya ditempuh dalam waktu 1,5 jam dengan bis patas. Masih amanlah… Tapi sakit di perutku semakin menjadi, nyeri dan berkeringat dingin, untungnya gak mual-mual, buat berdiri saja gak bisa. Akhirnya obat yang ada aku minum saja, entrost*p dan sebutir antibiotik dan sebelumnya makan beberapa lontong dengan tahu. Perut yang kram menyulitkanku berdiri, kuusap peluh dan keringat dingin, memakai rok batik panjang dibantu ibu, lalu pakai jaket dan kerudung oblong. Semuanya pada ribut mo nganter (emang ada kendaraannya? kita kan punya satu sepeda motor saja?!) Panik… udah ah, ke dokter dan berangkat…

Setelah pamitan dan Adikku janji membawaku ke dokter (karena biasanya aku males diajak ke dokter), so Bapak dan Ibu sepertinya lega “Nanti kabar2i terus lewat telpon ya…” pinta Ibu kemudian…

Berangkat…pertama ke bu nik (bidan langgananku dulu waktu SMA sewaktu sakit maag dan typhus) tapi dah berangkat dinas, lanjut saja pintaku ke adikku. Lalu ketemu klinik Pak Rif tapi sama saja sudah berangkat kerja orangnya…ya udah nanti klo ketemu klinik dokter samperin aja pintaku ke adikku itu. Di jalan rayaterlihatlah RS Aziz. Sepeda dibelokkan ke aras rumah sakit itu dan aku langsung menuju ke ruang UGD untuk segera diperika sama dokter jaganya.

“Saya sakit diare dan nyeri mens di hari pertama, biasanya cukup saya buat istirahat beberapa jam sambil tiduran lalu sembuh sendiri, tapi hari ini saya harus balik ke Jakarta sendirian, jadi tolong bantu saya, lakukan apasajalah yang penting saya tidak kesakitan lagi.”

ya dokternya cukup humble sih…tanya jakartanya dimana, kerjaannya apa…tapi aku lebih suka tanya gmn nih sakitku??

“Mau injeksi?”tanya dokter itu…

“Apa sajalah dokter, yang penting saya tidak sakit lagi”jawabku

Lalu suster mendatangiku dengan membawa jarum suntik… Tuhan, sejak kecil aku sangat takut sama jarum suntik dan takut disuntik, bisa menjerit dan nangis karena takut, bukan sakitnya, tapi hari ini sakit di perutku mengalahkan rasa takutku pada jarum suntik. Pasrah deh klo dah ngrasain sakit ‘itu’.

Pernah aku mengalami hal serupa saat shooting di HK dulu, sama parahnya :first day period, mual dan muntah, keringat dingin tapi gak diare. walopun hanya 2-3 jam saja tapi menyiksa. So far sih semoga tak ganggu pekerjaan, kan harusnya ada perlindungan cuti haid kan? Tapi yah UU Tenaga kerja tahun 2003 itu gimana kabarnya yah, apa sudha diperbaiki atau belum.. Nyeri haid itu hal alami yang dialami oleh perempuan, jangan coba-coba bilang “nah kan..dah tahu perempuan banyak kelemahan, makanya gak usah kerja macem-macem”

Perempuan juga manusia, men! yang punya hak untuk dilindungi, diberi kesempatan juga.. ya gak sih :)
Balik ke cerita : setelah diinjeksi, badanku seperti melayang-layang, 2 jam tertidur di bis dan koperku sudah tak kuhiraukan lagi masih ada atau nggak, yang penting aku masuk di bis dan dapet tempat duduk dan bisnya nge-ban (ganti ban), aku tertidur sepanjang perjalanan di bis dan tak merasakan sakit di perutku… Selamat deh, Alhamdulillah… Sampe Surabaya ganti taxi menuju Juanda, karena aku dah gak punya tenaga untuk jalan kaki nyari bis Damri di terminal Bungurasih jadi naik taxi saja lah… Sampailah ke Juanda, lalu terbang pake sriwijaya, sampe jakarta naik Damri ke blok M (duit mepet nih, hampir habis) saldo tabunganku tinggal 52.000 OMG… Ya, lalu ku sms lah sisterku Mb Arit yang biasa diajak gantian utk ngisi 150.000 ya kujanjikan akhir bulan lah, nambah tagihan pengeluaran yang harus kubyar akhir bulan ini : tagihan kos 700rb, tagihan pulsa almost 200rb (bny utk urusan kerjaan dan sebagian dah diganti ma kantorq) : semuanya sudah 1,15jt…tagihan kontrakan adikku dan bayar buku ditotal katanya sih 850an rb, tapi paling aku cicil dulu ah, Mbaknya ini belum kaya jadi ya memutar uang dengan lebih puyeng…

Sepertinya bakalan serius masak sendiri aja, aku terlalu boros di wisata kuliner bersama teman2q ato kadang nyobain sendiri. Udah ada parcell lebaran 16 pieces dinner set dari Tuper ware…wah lebih seru nih makannya?! Soalnya tempatnya bagus dan hadiah lagi…

Selamat datang lagi di Jakarta, semoga tetep sehat, baik hati dan semakin baik hati, tidak lagi suka lupa (mudah ingat ya!), semakin mandiri dan niat untuk mengetahui dunia lebih terbuka lebar, seperti film  Merantau aja…hehehe

September 24th, 2009 at 7:48 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Am I still alive?

Oh Ya Allah… please help me to be better manage mytime. Yeah, sebegitu lama kerja tapi terlihat tak ada tabungan. Hasil sih ada, bantu2 ibu nyari duit tapi seriously, I still have no idea with my future. Of course I feel bad… I think I will finish after Lebaran. I want dissappear in very far places. Nothing left, not even myname because I want to be dissappear.

Tapi, kalau aku berhenti saat ini berarti aku tak tahu esok akan seperti apa hidupku? Tapi aku udah capek? So what should I do?

September 8th, 2009 at 2:01 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Kangen rasanya dengan Mbah Kakung, tapi aku lebih suka panggil Mbak Kung, kakekku. Dia bernama Wagiso… He’s like hero in mylife karena aku lebih banyak bicara dengannya daripada dengan orang tuaku.

Satu hal yang belum sempat kutanyakan padanya : mengapa dia yang waktu itu ikut menjadi pejuang, bertempur melawan Jepang tapi saat kemerdekaan dan pencatatan nama para pejuang, dia tidak mau daftar dan akhirnya tak menerima pensiun, padahal ada beberapa tetengga kami yang mnurut cerita hanya ikut2an di akhir tapi ikutan mendaftar. Aku tak sekritis utk berpikir kearah situ sampai akhirnya sekarang sudah terlambat karena tahun 2004 Mbah Kung meninggal karena kecelakaan.

Yang aku tahu, Mbah Kung itu pemberani, mungkin gen itulah yang kuwarisi darinya I’m brave girl, yg diusia 18 tahun berani melanglang buana untuk kerja, dengan tak ada jaminan keselamatan dari negara sekalipun…Yang sangat kuingat adalah ucapannya : jangan main ke diskotek, ingat ya!

Oh, jangan salah, Mbah Kung lebih moderen dari anak2nya sekalipun, dia punya massa politik, dia paham bahwa pendidikan penting(tapi syg tidak balance gender), dia juga kejawen, dia rajin membaca Al Quran dan gak malu bertanya padaku apakah udah benar tajwidnya, He is in my heart…

Dia sering menceritakan tentang perjalanan hidupnya, dan saat peperangan jepang, dia benar2 pake celana dari bago yang banyak kutunya, sulit makan bahkan dia makan daun-daun yang ditemui. Ah, separah itu ya perjuangan melawan kekuasaan jepang. jarang bisa tidur, Dia bisa baca dan tulis…tapi tak punya perpustakaan dan tak hobby menulis jadi ya lebih ke perjuangan fisik, tapi strategi dagangnya Dia jago banget banget! Gimana cara mendapatkan partner bisnis orang china, lalu dipercaya lalu jadi agen, lalu bisa membeli ini dan itu wow…satu hal yang benarnya keinginannya yang ingin aku wujudkan: cita-citanya ingin naik haji, oh ya I still haven’t enough money…

working again…editorq dah datang…

August 31st, 2009 at 10:20 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Hari-hari yang melelahkan, mengapa harus merasa lelah? Apakah karena menghabiskan waktu sendirian di kamar? Liburan 4 hari dan malas di kamar terus? 

Akhirnya telpon lah beberapa kali ke rumah dan ya masih saja malas untuk masak, atopun baca buku, cucian menggunung ah…jadi ngapain: menelpon seseorang yang bisa diajak jalan-jalan… telponku waktu itu jatuh pada Mb Hana, temanku dari surabaya yang rumahnya dulu saat eagle sering kujadikan tempat nginap gratis di bilangan Rancho. sekarang anaknya udah dua namanya Fatah dan Fatih…

Singkat kata, kami jalan-jalan ke Giant point square walopun rumahnya di depok, aku ketemuan di lebak bulus. Sudah lama tak bertemu dengan Fatih, anaknya yang sudah 2,5 tahun itu, terakhir saat undangan interview kerja di metro dulu bulan juli 2008, yeah setahun sudah… Aku bawain hadiah boneka bee/lebah, terus majalah yang dia bisa ngewarnain pake crayon… sepanjang perjalanan di mobil dia dah mulai akrab denganku. anaknya aktif banget, bahkan super. cara bicaranya sudah tertata rapi. kusuruh panggil tante aja ah, lebih baik daripada panggil aku kakak ah gak banget little dear…

Nah, selesai di Giant belanja kan dapat point tuh, main2lah kita di ruang bermainnya itu. karena bawa kamera, aku foto2lah dia dan Fatih ini tipe anak yang awalnya malu-malu tapi kalau sudah kenal dia banyak maunya, dikit2 Tante An*…hahaha…

Dia anaknya rajin, di rumahnya yang baru di kawasan Depok yg jauh buanget itu, dia nunjukin klo bisa ngepel, diambillah pel2an yang bentuknya stick mop lalu dia gerak2in dan tentu saja aku foto2… Bapaknya Fatih nunjukin setumpuk 2 kamera-nya yang telah hancur karena dipakai mainan Fatih, salah satunya handycam mungil yang udah HD…hm sayang sih, mau donk…harusnya tuh orang tuanya beliin yang murah2 saja untuk latihan anaknya nah yang mahal disimpan, jadi si anak tetep bisa eksplore gitchu ya, lain kali… tapi orang tuanya yang gila gadget dan uptodate, saat komunikatornya dipakai telpon dan diambil alih Fatih dengan loudspeaker Bapaknya okeh2 aja, toh masih ada BB, dan handphone kecil2 lainnya… Yeah, hp-ku juga jadi sasaran dibanting sama Fatih, alhamd tuh hp bener2 tahan banting, udah dibanting beberapa anak tuh… ya biasa buat foto2 bareng lalu mereka suka pegang2 dan jatuh deh…

Saat sudah mau pulang, si Fatih nganter sampai gerbang rumahnya bersama temanku dan suaminya juga si Fatah… saat angkot datang dan say Dagh… eh Fatih nangis, mo ikut tante…ya… ternyata banyak anak-anak yang emang tahu ketulusan kita dan feels dekat dengan kita… nanti2 lagi ya, main dengan tante… Oh ya, si Fatih tanya “klo tante Dian itu sama om farid, tante an* sama om siapa ibu?” hwa hahaha…aku hanya geleng2 kepala aja, disertai tawa Mb Hana dan mas romi…

sama siapa ya, next time lah tante kasih tahu ya, dan kita jalan-jalan lagi, okay :)

August 31st, 2009 at 9:43 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Semalam semakin penat saja, tak ada yang diajak ngobrol. Sekali ngajak ngobrol orangeh malah dicuekin. Aku gak paham terbuat dari apa hatinya, apakah sama dengan orang kebanyakan: segumpal darah yang tugasnya menyaring dan membersihkan darah agar tetap bersih saat diedarkan lagi ke seluruh tubuh.

Beberapa hari yang lalu aku ingin janji tak akan menghubunginya lagi, tapi dia bilang sudah membalas-nya tapi aku gak terima apapun… kesal dan jengkel dan malas untuk tanya lagi.

giliran semalam, entahlah sudah tak sehat lagi kepala ini. tapi sepertinya sudah cukuplah aku bertahannya. no more… lagian dia pernah lebih percaya pada omongan si A atau si X yang suka ngaco, main tuduh begitu aja, seriously luka itu masih tersisa atas tuduhannya yang keji, tapi sama sekali aku gak berniat untuk membalasnya, buktinya aku selalu berusaha untuk melupakan dengan membuka ruang-ruang perbincangan baru…

Where, who and how… itu semua rahasia Tuhan, being single membuatku lebih sabar dengan gossip2 yang muncul di sekitar, dijodohin dgn si A, si B hm… because they’re not my tipe so sorry, I haven’t way except say that I’m already has someone hm (maybe in the future, kulanjutkan dalam batin). Mengenai yang dulu2 sudah kutup buku2 itu, duka, luka karena dibohongi sudah menjadi bagian memory…

Kalau bisa invisible dan punya sayap malaikat, pasti aku akan mengintip ke hatimu: sebenarnya what do you feel? Sepertinya aku belum ikhlas karena tak pernah aku dengar jawaban darimu tentang pertanyaan2ku…tapi ya sudahlah, dia punya dunia sendiri yang tak mau untuk kumasuki, I’ll appreciate that…

Sudahkah tak ada kesempatan lagi untukku bersamanya ya Tuhan? answer me please, why my praying never been answer, Is it difficult to You to let me know? Off course not, but You played me… Yeah you know lah that I’m poor lady, with the future depend on God’s hands, I am not the clever ones, have bad personality (as you said : hypocrite/ ’so weird heard that, pls appology to me’). Afterwards I am still love you? Oh, c’mon babe. I think it’s sincere feeling, rasa yang tulus, aku harus baik sama orang yang pikirannya dihasut oleh orang lain? Knapa kamu sebodoh itu, setolol itu percaya pada orang yang jahat itu? bukannya kamu pandai, pintar. ya udah, aku gak akan maksa dapet perhatianmu lagi deh… cukup ah, cukup, ENOUGH!!! kamu bahkan tak anggap aku teman. kamu emang orang yang angkuh, galak, sombong!!! jangan harap aku akan senyum di hadapanmu lagi, gak bakal…selamanya? Gak Mungkin, Gak Percaya!!!(menertawakan diri sendiri) ngirim email ke kamu, malas ah selalu gak direspon. klo masalah kerjaan sih masih mungkin karena terhitung tanggung jawab, selalu mengutamakan tanggung jawab, tapi kalau di luar itu, mikir2 ah… daripada gak dibalas dan dicuekin ya baikan gak usah ngirim, betul gak? awas kamu klo gak menepati janjimu, pasti lupa ya kan?!

August 31st, 2009 at 9:03 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

12 Agustus 2009, tanda setahun sudah aku di jakarta… dengan tempat kos yang sama, dan banyak isi kos yang awalnya dipinjami dan mereka belum berniat ambil kembali barang-barangnya ato udah dikasihkan tau lah tapi yang aku dah bisa beli sendiri ya aku kembalikan lah…

Semalam aku mimpi buruk, tiba-tiba bangun jam setengah tiga dengan keringat dingin. Beberapa novel karya Judy blume yg ada di samping kasurku tetap rapi, padahal seingatku terakhir kulihat novel itu berserakan, dan ada yang berusaha menahan nafasku hingga aku sulit untuk bernafas, aku bisa melihat seluruh isi kamarku tapi gak bisa bergerak…syukur aku masih bisa bangun untuk sholat Isya yang selalu telat, mungkin harus ada manajemen waktu yang lebih baik lagi…

Setelah itu kubuka pintu kamarku biar dapat udara pagi yang segar, lalu aku ke kamar mandi dan ke dapur yang berseberangan dgn kamar mandi di kamarku itu. Kutuangkan air buah kelengkeng yang aku rebus semalam, kuberi gula sedikit, segar banget… sebelum sholat aku duduk lama banget, berpikir lalu menarik nafas panjang, berpikir lagi…mencoba memecahkan masalah yang menanti di hadapanku. 

Setelahnya hanya menerawang ke langit-langit kamar dan lampu telah kumatikan, badanku rasanya masih ngilu di semua sendi, biasanya aku pijit sendiri tapi kali ini kudiamkan saja. Lagian awal bulan udah pijat di dian seh*t, masih enakan di itje h*r sih, tapi ya jangan sering-sering aja.

Mungkin karena aku kurang dekat dengan Allah akhir-akhir ini, jadi yang ada kecemasan, perasaan tidak diperhatikan olehNya, sibuk menyalahkan waktu dan sebentar hilang kendali hingga menyesali hidup yang diberiNya…

Aku dah usahakan terbaik, apapun hasilnya, aku hanya bisa menunggunya. Lebih memahami kemauan diri…dan usia sudah lebih dari seperempat abad, tapi novelku belum ada yang selesai kutulis, smoga ada waktu untukku, ada teman setia yang senag berdiskusi denganku dan doa-doa tak bertuan untukku…amin…

August 12th, 2009 at 10:31 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Semalam gue ngabsen nyokap, nanyain gimana kondisi kesehatannya lagi. 15 menitanlah dan biasa karena hidung gue mampet habis nangis, tapi teuteup gue bilangnya sepertinya rada mau flu kali, secara memang gue yang bersin-bersin kebanyakan minum dingin2.. Lega malam berlanjut, gue bersih2 mpe malam sampe sebelumnya udah menjelang pagi baru sholat Isya dan subuhnya kesiangan deh…padahal alarm dah dinyalain jam setengah empat.

Sebel juga karena beberapa alasan tapi ya sudahlah, gue menganggapnya karena mereka inginkan kebaikan di diri gue, dan kita berbeda cara pandang saja. Tapi, tetaplah klo gue udah kukuh bilang nggak tak mungkin lagi jadi iya… Gue bersyukur, walopun sederhana tapi gue udah hidup sendiri, punya tempat tinggal walo masih ngekos lebih mendamaikan gue. Pokoknya yang lebih tahu hidup gue dan yang punya hak ngatur hidup gue ya gue sendiri, that’s all…

Semuanya clear dan tenang kembali. Pagi2 hp gue berdering, nomor nyokap… ada apa? pas gue angkat adik gue, kebingungan dengan cara komunikasi keluarga… ya, mesti gue yang nylesein lagi OMG, thanks for needed me but why you are already adult, why haven’t power to handle it!!!…come on, please… Of Course I am never gonna do the same as you did…but not mention it anymore…

Kadang gue rada memaksakan sih, klo nggak mereka tak bisa belajar. Dulu mereka membuat gue bingung dengan sikap2 mereka tapi gue udah tahu harus berbuat apa pada mereka. Kadang dah dikasih hati masih kurang, ya trus maunya apa? WHAT DO YOU WANT FROM ME?  I gave my life but It’s not enough, maybe after my death you will understand how’s important me, in your life mom&pop…

So I am falling in to a void again……………………………………………………………………………………………………………………………

August 11th, 2009 at 4:31 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Selalu ada yang numpang sholat di ruanganku, ya karena ruanganku tersembunyi, tapi ergonimis banget, tengok ke kanan sudah taman.

Akhir2 ini banyak orang di sekitarku sakit. Bapak sakit, Ibu kemarin juga tiba2 pas kerja ditabrak anak sapi liar lagi, oh ada2 saja… Mereka suka panik lagi klo sedang sakit, tugasku adalah menenangkan mereka. Ibuku yang mo CTScan…yah gw belum ada dana untuk itu, walhasil gw minta perawatan aja ke dokter ahli syaraf untuk menangani pusingnya yang gak sembuh-sembuh, gw ilustrasiin diri gw dulu pernah juga kepala kena mobil angkot terus berbekas sampe sekarang. “oyaya knapa km dulu gak dirawat ke dokter dengan benar ya?” ibuku tanya ke gw… 

“udahlah, yang penting sekarang baik-baik saja… sakit dan pening sih iya, tapi otak kita kan dilindungi batok kepala jadi ya aman lah” ya sekedar menenangkannya, kalo diriku tidak apa2 sampe sekarang.

Walopun sekarang lebih sering migrain, badan sering meriang, belum lagi telinga kiri masih sakit, tapi gw nikmati saja toh gw udah berusaha jagain dengan makan yang sehat, minum air yang cukup, minum jus ato susu segar, hanya gw emang kurang tidur sejak awal bulan yang lalu. dan karena saking gak kuatnya ke dokter lalu sepanjang kidsffest gw minum obat2 adari dokter itu. 

gw emang tipe orang yang males periksa ke dokter klo gak emang sudah sangat sakit dan gak tahan lagi. Tapi karena gw hidup di jakarta sendirian tak ada sanak dan saudara jadi ya klo merasa sakit baikan periksa ke dokter ya…

ada project baru nih, dapat tambahan 750rb perbulan selama tiga bulan ke depan… uasyik tenan… jadi lebih bersemangat hidup, hidup lebih hidup… yeah, ngurus workshop masterclass, dan tentunja aku bisa ikutan nguping, lalu bisa nyuri ilmunya nah…ini baru uokeh, jadi panitia sekaligus peserta(invisible).

ya…setidaknya gw bisa buat nambah2 modalin ibu gw yang dagangan keliling. hm, biar mereka lebih bisa menikmati hidup lah… klo gw ya pengeluaran kira2 bisa mpe sejuta buat jalan ngumpul bareng teman, nonton film, makan dan bayar patungan bikin film pendek trus 700rb buat bayar kost dan seringnya jadi pembicara tuh dapetlah sekali uang transpor 200rb kadang 500rb (seneng juga hahaha), yang penting berbagi, semua happy… namanya juga mengumpulkan pengalaman…

Hidup terus bergulir… gw pikir akan mati di usia gw yang ke 27 yang tinggal 2 hari lagi… Really?! Ya, badanq sih dah sering sakit, tapi karena gw merawatnya jadi sembuh lagi dan lagi… gmn klo gw dah malas mengurus badan? sptnya gak mungkin, tapi mungkin saja (ah… pembicaraan gak penting)

August 3rd, 2009 at 11:41 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

“Mbak mo cobain ga, rasanya seperti otak2 padang…”

“Ovy…cobain lah, kan kamu orang padang” lalu gw hanya say thanks…

“Ih gak sopan banget sih, bawa2 makanan ke meja lain… udah diajarin table manner juga gak berubah-berubah. Aduh… balik sana ke meja loe”

“Aku cuma nawarin aja kok…” lalu dia balik ke mejanya.

“What the hell are you saying” itulah kalimat tanya yang gw ucapin di cowok sebelah gw. 

Lalu dia menjawab “biasalah… ya itu tadi ex gw yang tadi gw ceritain, dimana saja kita suka makan.”

“Lain kali jangan memperlakukan perempuan seperti itu! lagian mo dia ngapain bukan urusanmu lagi ”

“Ya… kasar sekali kau, you have no rights, girls more sensitive” teman di depanku pun menyahuti.

“Yah, you should be nice…” sahutku lagi…

Then bla bla bla… ngomongin tentang halalnya makanan orang2 yahudi lah, tempat makanan yang enak tapi murah lah, wine yang biasa mereka minum lah dan la la la lah…

Nothing to say, but… Thanks heaven, I know about the way how the relationship should be going… 

Gw tahu si cew itu mungkin mo pedekate lagi, tapi klo diperlakukan seperti itu ya dibenahin, setidaknya klo kamu mengizinkan orang lain menginjak2mu, ya udah bersiap2 untuk diinjak2 sepanjang waktu bersama. Gak dewasa banget ya bo…

Lover yang seksi menurut gw adalah dia seorang yang peduli dengan kita dengan cara2 yang santun, untuk masalah2 pribadi sebaiknya diomongin dengan sobat dekat saja, jangan dengan orang yang baru sedetik kenal lalu gedubrak gedubruk!!! So weird…

July 26th, 2009 at 9:37 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Hm, judul di atas adalah umpatan yang aku peroleh dari film The Three Robbers…

Festivalnya udah selesai, untuk perayaan dilakukan di Portico Senci, ya bar di lantai dua… menu wajibnya wine hahaha, aku hanya mencium baunya saja, Teteh menghampiriku menanyakan aku udah pesan apa… udah jus stroberi yang akhirnya jadi trandsetter hahaha, maksudnya semuanya jadi pesan jus yang sama. 

Strowberry juice dengan hiasan irisan buah stroberi di bibir gelas, membuatku semakin bersemangat menenggak minuman itu lalu memakan buahnya yang asem manis itu… Aku habis tiga gelas, temanku yang sesama subtitler yang seharian gak sempat makan karena kejar2an dengan waktu, menyelesaikan tugas, jadi benar2 gak sempat makan, setelah ada drama sedikit sebelum opening karena aku yang ditugasi bawa proyektor kantor untuk subtitle di Blitz, sedang sampai jam 2pm aku bertugas di 21 PIM…semula kuperhitungkan akan cukup waktunya, ternyata harus nunggu si A, yang ditunggu datang eh si B masih beli es krim walah pake mampir di kantor…

Walhasil dari kantor ke Blitz ngebut… aku sengaja pressure si sopir! 

“Aku sudah telat, seluruh teknisi kita di Blitz tinggal nungguin alat yang gw bawa, klo sekarang gak mau berangkat gw naik taxi!!!”

“Tolong, cepet ya… Oh God, Sh*t!! Please, bisa masuk kanan kan?(maksudnya menyalip mobil yang lain)”

Sementara telpon gw terus berdering dan gw menjawabnya :

“Kamu dimana An*… Semua dah ngumpul tinggal nungguin kamu”

“An* kenapa gak naik taxi saja, ntar diganti kok…”

“Oh where are you now? Oh come on An*, come on… you should going straight from PIM by taxi, You should be here in 15 minutes, could you? Just figure it out by yourself how to make it!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“Tolong lebih cepat, klo enggak they gonna kill me!” gw push lagi lah…

“Mo kill me gimana, kamu jangan nekan sopir terus donk, dia bisa stress, nyawa kita nih taruhannya” dan semuanya pada ngeluh, ah… padahal tadi telat karena nungguin mereka yang belanja2 gak jelas! Nungguin mereka yang harus ke kantor dulu, buka file di komputer kantor lah… Ah…gitulah, klo hirarki gak jelas jadi si A (bag finance) minta gw untuk naik mobil kantor si B minta gw naik taxi, so gw kadang klo bikin proposal budget rada mumet, mana yang diapprove, trus klo gak deal-nya dengan pekerjanya harus lebih bisa njelasin ke mereka lah… Expectasi gw naik mobil kantor karena masih jam 2.30 jadi ada waktu sejam setengah sebelum screening, nunggunya kelamaan lah, next time gw lebih straight lagi lah!

So, solusinya adalah gw menekan sopirnya. I just answer them: that’s my fault, and I try to figure it out, just wait. Sepertinya pressure gw ampuh, jadi mohon maaf untuk penumpang yang lain, kata mereka seperti terbang saja saat ke parkiran mobil di Grand Indonesia yang harus ke lantai 8 untuk sampai di Blitz… Setelah sampe, larilah gw ke Audi 2 lalu langsung membuka bungkus proyektor 3000ansi lumens itu, mengganti proyektor yang telah terpasang.

Saat datang gw langsung bilang sorry Petra (bule, bos gw utk subtitle), gw dah gak merhatiin mimik mukanya, tapi lebih fokus pada memasang peralatan dan testing hasil tembakan ke layarnya… “Right up a little…” ucapku menanyakan persetujuannya.

“Okay… do it…” suaranya sudah normal…

Setelah oke semua, gw ganti posisi judi usher hm… kebagian yang children jury dan finalist film pendek…

“Wow… Tante An* di sini…” ucap chaperone utk children jury saat aku menyilakan mereka.

Gw hanya senyum dan bilang “Iya… silakan duduk di sana…”

Saat film dah selesai dan beberes, Petra yang juga ada di kerumunan teman2 volunteer, suasana lebih mencair, semua muka tersenyum…

“It’s long story Petra… I just push driver to drive faster, and we just like fly in the air…”

“Ya, thanks… If you late just five minutes, I am death!!! You know lah, It’s the first time Kik* saw how subtitling projection’s work, and He already bought the projector for this… If you wanna going to B start from A, just straight A to B, but you going to C, D E first,  don’t do it again ya!”

“Okay… okay…!

July 26th, 2009 at 8:59 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink