Some Party Stories
Actually I like private party…maksudnya party di kamarku sendiri. Klo lagi suntuk dari aku SD dulu suka nyalain radio trus bergerak sepuasnya di kamar, mau gaya india, balet maupun dirty dance yang gak jelas dan pernah kulihat di beberapa tayangan sinetron saat aku di HK dulu.
Yeah, dulu saat SD sempat belajar nari setengah tahunan lalu tampil bareng-bareng di alun-alun Jombang, saat SMP sempat tampil di pagelaran yang diadakan akhir tahun, ngedance bareng teman kelas 3A lagu India judulnya Afsana Pyarka. Pernah juga tampil jadi penyanyi lagunya Elvy Sukaesi judulnya mati lampu itu dipake tujuhbelasan ngiringi lomba joged di kampung hahaha, lalu saat SMA terakhir untuk mata pelajaran klo gak kesenian ya or-kes, kami diminta untuk menari, nah sama teman 2-6 kami menyuguhkan gabungan antara dance tradisional dan kontemporer, pembukaan lagunya Jinny in the bottle klo gak salah trus aku dah lupa, tapi di tengah ada tarian jawanya juga, yang ini malah kami diminta tampil dua kali sebagai perwakilan sekolah, aku masih ingat saat dengar protes dari teman rohis karena di samping aku dan bbrp teman pake kerudung waktu itu, di tarian itu ada goyang panggulnya. Padahal aku sengaja diam saat goyang panggul itu berlangsung, sebenarnya gerakan itu seperti senam body language, tapi lebih menjurus dirty dance, setelah kupikir2 sekarang.
Setelah itu, sepertinya aku tak lagi ada kegiatan yang mengajakku live performance hehehe… Mungkin teman2ku SMA di FB akan ketawa dengan tugas2 dari sekolah itu. Yang cowok tak kalah kreatifnya waktu itu… Entah aku baru bisa mengingatnya sekarang, sebelumnya tak ada waktu memikirkannya.
Waktu itu aku hanya jalani saja, yayaya…
sampai suatu ketika kujumpai beberapa pesta, seperti farewell party teman sekantor yang pindah kerja, wrape-party film kedua, klo film pertama lurus2 saja ya, trus cocktail dan teddy party saat di Berlin.
wrape party film kedua, semua mentor dan team pada ngedance…They ask me and I just answer thanks, no…sampe mereka mengelilingiku dan ngedance di atas meja di depanku dengan dirty dance-nya oh my… I am just ordered orange juice and bareng editorku pulang duluan, naik mobil asistennya. Saat cocktail party, ya yang aku sukai bisa ngobrol ma scholar yang lagi kuliah di Paris dan Jerman sendiri, Nah… yang paling menarik Teddy party…aku suka banget sama performance-nya cowok cute dan super lentur yang nari dengan patung.
Si cowok yang lebih mirip penari yang fragile banget sepertinya, dari tariannya aku bisa merasakan bentuk kesendirian manusia, letih, sepi dan desperate tapi terus saja harus dilanjutkan hingga kadang harus menginjak kehormatan dirinya sendiri untuk sebuah tujuan yang entah karena kesendiriannya jadi dia mengeksplore sendiri jiwanya. Tariannya dengan patung itulah yang kadang aku lakukan di saat aku sedang ingin bergerak dan menari in my private party, hm… di kamarku as usual, dengan musik yang kusukai dan imaji yang enggan kubagi dengan teman lainnya, hanya dinding kamarku…
That’s the way catharsis goes on…